PKMTM II Kudus: ‘‘Membentuk Kader Islami yang Loyalitas, Totalitas, dan Berintegritas’’

PKMTM II Kudus: ‘‘Membentuk Kader Islami yang Loyalitas, Totalitas, dan Berintegritas’’

ipmjateng.or.id, Kudus – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) pada tanggal 4-8 Mei 2019 yang bertempat di SMK Muhammadiyah Undaan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Pelatihan ini diikuti oleh kader IPM dari berbagai Cabang dan Ranting yang berjumlah 60 peserta dan dibagi menjadi dua ruangan. Tidak hanya dari pimpinan cabang dan Ranting IPM Se-Kabupaten Kudus, tetapi PKMTM II ini juga diikuti kader dari Rembang dan Pati.

‘‘PKMTM II ini merupakan jenjang perkaderan formal dalam IPM setelah PKDTM I. Pada jenjang ini tentu saja berbeda dengan PKDTM I dimana peserta harus patuh terhadap peraturan yg telah dibuat, sedangkan di PKMTM II ini peserta diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuannya dan tanggung jawab dari setiap tindakannya” ujar IPMawan Fawwaz Ijlal selaku MoT.

Bertemakan “Membentuk Kader Islami yang Loyalitas, Totalitas, dan Berintegritas untuk Masa Depan IPM Kudus yang Berkemajuan” makna tema tersebut menunjukkan bahwa mencari kader yang benar benar Setia atau serius, total dalam berjuang dalam menegakkan ajaran Islam, dan kader yang mau ikut menghidupi persyarikatan Muhammadiyah bukanlah hal yang mudah, maka dari itu PKMTM II sebagai tempat untuk kaderisasi. Sehingga tercapai masa depan IPM Kudus yang bekemajuan, sebagai media dakwah di Kalangan pelajar Muhammadiyah.
Salah satu agenda TM II ini adalah observasi langsung dengan masyarakat disekitar SMK Muhammadiyah Undaan. Dalam agenda tersebut peserta tampak antusias dalam melakukan setiap kegiatan-kegiatan yang diagendakan. (Lail Usri Yusro)

“Pelajar Sukoharjo Bermartabat” menjadi Visi Nahkoda Baru PD IPM Sukoharjo

“Pelajar Sukoharjo Bermartabat” menjadi Visi Nahkoda Baru PD IPM Sukoharjo

ipmjateng.or.id, Surakarta – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu PD IPM di Provinsi Jawa tengah yang memiliki tingkat SDM dan SDA yang Mumpuni. Hal ini terlihat dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musyda) IPM Sukoharjo ke XII yang berlangsung sejak hari Jumat – Minggu, 3 – 5 Mei 2019 yang bertempat di Pondok Hajjah Nuriyah Shobron dan Kampus 2 Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Musyda kali ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Terlihat dari tingginya antusiasme para pelajar Muhammadiyah Sukoharjo dalam mengikuti rangkaian acara Musyda tersebut. Ketika melihat potensi yang luar biasa ini, IPMawan Fauzan Mubarok selaku Ketua Umum dan IPMawati Isnaini Shofiana selaku Sekretaris Umum Terpilih PD IPM Sukoharjo Periode 2019 – 2021 yang merupakan nahkoda baru PD IPM Sukoharjo memiliki visi “Mewujudkan Pelajar Sukoharjo Berakhlak Menuju Sukoharjo Bermartabat”.

Hal tersebut diambil dari visi dan misi Rasullulah ketika di utus dimuka bumi, yaitu untuk memperbaiki dan menyempurnakan Akhlak manusia, Karena ketika akhlak dan adab sudah dimilik setiap kader Muhammadiyah, maka segala potensi dalam mengembangkan segala potensi kader dapat dikembangkan. Selain visi, Nahkoda baru terlipih juga mempunyai misi yang tak kalah kerennya, yaitu :
– Memberikan tauladan dalam bermuamalah dan berorganisasi.
– Melakukan pelatihan-pelatihan dalam hal kepribadian dan kepemimpinan.
– Mewadahi dan mengembangkan segala potensi yg dimiliki pelajar muhammadiyah di Sukoharjo.

IPMawan Yusuf, selaku ketua Umum periode lalu berpesan kepada kepemimpinan PD IPM Sukoharjo yg baru “IPM adalah organisasi Islam, Islam itu Membebaskan, Mencerdaskan, dan Menggembirakan. Kawal kader-kader IPM Sukoharjo agar selalu membaca buku dan melakukan kerja-kerja sosial”.

IPMawan Fauzan juga berpesan kepada kader-kader terbaik di Sukoharjo dalam sambutan pertamnya. “teruntuk teman-teman seperjuangan, para kader IPM Sukoharjo, kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan (berkompetisi) dan harus pula sekarang saling bersinergi dan berkolaborasi guna mewujudkan pelajar Sukoharjo yang lebih baik dan bermartabat”, tuturnya. (Fauzan/Shof)

Musyda XVII Melahirkan Nahkoda Baru PD IPM Kabupaten Magelang

Musyda XVII Melahirkan Nahkoda Baru PD IPM Kabupaten Magelang

ipmjateng.or.id, Magelang – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Magelang menyelenggarakan Musyawarah Daerah ke XVII yang bertempat di kampus 1 SMK Muhammadiyah Salaman pada hari Kamis – Sabtu, 2-4 Mei 2019.

Acara ini diikuti oleh seluruh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting IPM se-Kabupaten Magelang. Hasil yang ditunggu-tunggu oleh seluruh kader IPM se-Kabupaten Magelang telah terungkap pada pleno X dalam keputusan sidang Formatur.
Pada hasil musyawarah ini menetapkan Rahmad Lukito sebagai nahkoda baru PD IPM kabupaten Magelang periode 2019-2021, yang ditetapkan pada pleno X pada hari Sabtu, (4/5).

“Memohon bantuan doa dan support nya kepada teman teman pelajar Muhammadiyah dari ranting maupun cabang, untuk ikut menyukseskan kepemimpinan saya selama satu periode kedepan, karena tanpa kalian saya tidak akan bisa menyelesaikan amanah ini dengan baik”, tutur IPMawan Rahmad Lukito pada sambutan pertamanya. (Ahmad Fanny Fadillah)

PKMTM II PD IPM Banyumas: ‘‘Mencetak Aktivis IPM yang Berjiwa Intelek’’

PKMTM II PD IPM Banyumas: ‘‘Mencetak Aktivis IPM yang Berjiwa Intelek’’

ipmjateng.or.id, Banyumas – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banyumas menyelenggarakan Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) yang bertempat di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Cipete, kecamatan Cilongok pada tanggal 1 – 5 Mei 2019.
Pelatihan dikuti oleh kader IPM dari berbagai daerah yang berjumlah 23 peserta. Tidak hanya dari Pimpinan Cabang IPM se-Banyumas saja, tetapi PKMTM II ini juga diikuti oleh kader dari daerah lain, seperti Tegal, Cilacap, dan Yogyakarta.

“PKMTM II merupakan jenjang perkaderan formal dalam IPM setelah Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM I). Pada jenjang ini tentu saja berbeda dengan PKDTM I dimana peserta diharuskan patuh pada peraturan, sedangkan di PKMTM II ini peserta diberi kesempatan untuk berkembang dengan disertai kesadaran akan tanggung jawab atau konsekuensi dari setiap tindakannya”, Ujar IPMawati Eki selaku Master of Training PKMTM II.

Bertemakan “Menumbuhkan Budaya Dialektika untuk Menciptakan Aktivis IPM yang Berjiwa Intelek”, dengan tema ini diharapkan peserta mulai menumbuhkan kesadaran keilmuan dilingkup pelajar yang dimulai dengan menanamkan budaya dialektika atau diskusi yang berlandaskan pada ilmiah, tuturnya.

“Sempat ada perasaan takut di arena PKMTM II yang banyak agenda diskusinya, karena di pimpinan daerah kami, masih jarang diskusi. Tapi hal ini adalah tantangan saya disini, disisi lain tantangan peserta PKMTM II kali ini adalah No Signal area dan ruang tidur yang pindah-pindah tapi ini berkesan buat kami sampai tidak terasa besok PKMTM II nya sudah selesai”, tutur Erista, peserta PKMTM II asal Tegal.

Salah satu agenda praktik dari PKMTM II ini adalah observasi langsung ke masyarakat sekitar arena PKMTM II yaitu desa Cipete, yang langsung mengaplikasikan metode analisis Appreciative Inquiry (AI) dari salah satu materi PKMTM II kali ini. Peserta tampak antusias dengan semangat mewawancarai masyarakat mengenai kegiatan atau aktivitas keilmuan di desa ini. (RZN)

Musyda  25 IPM Klaten: Mendorong Karya Nyata Melalui Gerakan Komunitas

Musyda 25 IPM Klaten: Mendorong Karya Nyata Melalui Gerakan Komunitas

ipmjateng.or.id, Klaten – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten menyelenggarakan Musyawarah Daerah yang ke-25 yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 April 2019 di SMP Muhammadiyah 1 Klaten. Selain pemilihan pimpinan IPM Klaten periode 2019-2021, Musyda juga merumuskan program kerja Pimpinan Daerah IPM periode 2 tahun mendatang.

Ketua PD IPM Klaten, Fajar Sidik Aryanto mengatakan secara resmi Musyda XXV dibuka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten yang diwakili dari Majelis Pendidikan Dasar Menengah dihadira pimpinan ortom persyarikatan di Klaten dan perwakilan PW IPM Jawa Tengah. Musyawarah tersebut dihadiri 75 peserta yang terdiri dari 5 Pimpinan Cabang IPM dan 20 Pimpinan Ranting IPM se-Kabupaten Klaten. Musyda dilaksanakan untuk mengevaluasi kepemimpinan di PD IPM Klaten periode 2017-2019, merumuskan kebijakan PD IPM dan regenerasi kepemimpinan di tubuh PD IPM Klaten periode 2019-2021.

“Musyda kali ini menghadirkan tema mendorong karya nyata melalui gerakan komunitas”, tutur IPMawan Fajar selaku Ketua Umum PD IPM Klaten periode 2017-2019. Ia menjelaskan selain tiga agenda tersebut, panitia juga menggelar talk show dengan menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Ketua Lazismu PDM Klaten, Phisca Aditya Rosyady sebagai ketua PCIM Korea Selatan sekaligus Dosen UAD.

“Diharapkan dengan semakin berat tantangan dakwah di era millenial seperti sekarang ini, seluruh kader IPM Klaten, khusunya pimpinan yang terbentuk dari hasil Musyda XXV mampu mengikuti arus perkembangan yang kuat dengan melakukan gerakan atau aksi nyata dengan ilmu serta komunitas yang terbentuk”, tuturnya.

Muhammad Nurul Huda, dalam memberikan sambutan menyampaikan terkait tema Musyda IPM Klaten ke-XXV yaitu “Mendorong Karya Nyata Melalui Gerakan Komunitas”, Musyda IPM Klaten kali ini memfokuskan pada gerakan keilmuan dan gerakan komunitas yang diharapkan kedepannya dakwah IPM dapat merangkul kader-kader sesuai dengan kegiatan yang disukai dan sering dilakukan dalam sebuah wadah, yaitu komunitas. Dengan adanya komunitas tersebut mereka dapat lebih bersemangat dalam berdakwah dan ber-IPM. Selain gerakan komunitas, keilmuan dan studentpreneur akan menjadi fokus IPM Klaten 2 tahun kedepan, tutur IPMawan Muh. Nurul Huda selaku Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah. Setelah melewati proses Musyda selama 3 hari berlangsung, maka terpilihnya nahkoda baru PD IPM Klaten periode 2019-2021, yaitu IPMawan Arif Nugroho sebagai Ketua Umum dan IPMawan Ramsi Sidik Sekretaris Umum, berdasarkan hasil Rapat Formatur.

Arif Nugroho dalam pidato Iftitah menyampaikan bahwa melalui gerakan komunitas seperti komunitas literasi, Rumah Baca, Maos Corner, dan yang lainnya dapat menarik minat pelajar. Terkait dengan gerakan studentpreanuer diharapkan ketika pelajar Klaten lulus sekolah atau kuliah tidak hanya mempunyai meandset untuk bekerja sebagai karyawan atau bercita-cita menjadi PNS, tetapi pelajar bisa berwirausaha atau mempunyai semangat membuka usaha baik secara personal maupun dalam organisasi. Dan dengan Studentpreneur diharapkan pergerakan atau dakwah IPM sendiri lebih mandiri dalam masalah financial, tutur IPMawan Arief Nugroho selaku Ketua Umum PD IPM Kabupaten Klaten periode 2019-2021. (Arif Nugroho)