SMP MUTUBOY Jalin kerjasama dengan Polisi

SMP MUTUBOY Jalin kerjasama dengan Polisi

BOYOLALI — Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus Boyolali mengadakan kerjasama dengan Polisi Sektoral Kota Boyolali, dalam kegiatan Seminar dan Sosialisasi Pelajar dengan temaa “Solusi Menghadapi Kenakalan Remaja”. Di Aula Ahmad Dahlan SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus Boyolali. (29/03/2018).

Sekretaris IPM IPMawati Aulia Revana salah satu peserta Seminar dan Sosialisasi mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini, karna mampu meningkatkan pengetahuan tentang Bahaya Narkotika, jenis- jenis kenakalan remaja dan mengetahui bagaimana cara menanggulangi bahaya Narkotika dan kenakalan Remaja,” kata Revana.

Ditambahkan Joko Triyanto,S,Kom.M.Pd.I. Kepala SMP Muhammadiyah 1 PK Boyolali bahwa salah satu acara yang dilakukan kegiatan ini adalah memberi Pemahaman pada siswa untuk menghindari narkoba dan menjauhi jenis-jenis kenakalan remaja di era serba media sosial . “Tentunya hal ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada siswa betapa bahayanya Narkotika, dan agar siswa juga tidak terlibat dalam berbagai kenakalan remaja , serta siswa tidak terjerumus dengan berita hoaxs yang saat ini sedang merambah melalui dunia media sosial,” pungkas Joko.

Sementara Pemateri dari Polsek Agus P menyampaikan rasa terimaksih atas kerjasama dan sikap kewaspadaan terhadap bahaya narkoba dan jenis kenakalan remaaja.. “kami mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya kepada kepala SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus, Kegiatan kerjasma ini sangat penting apalagi menyangkut masa depan generasi masa depan bangsa. Kami berharap kegiatan bisa terus berjalan dan bergantian tempat. Kami juga berharap siswa mampu memahami materi yang kami sampaiakn dan menjauhi narkoba serta jenis kenakalan remaja,”papar Agus.

Joko Triyanto(MPI PDM Boyolali)

IPM Brebes Gelar Maos Corner di Objek Wisata Waduk Penjalin

IPM Brebes Gelar Maos Corner di Objek Wisata Waduk Penjalin

 

ipmjateng.or.id, Brebes – Banyak jalan menuju roma, peribahasa inilah yang menjadi kekuatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes untuk mengajak masyarakat khususnya pelajar/remaja gemar membaca.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Brebes memiliki cara tersendiri untuk menumbuhkan semangat membaca dikalangan anak-anak, pelajar/remaja dan masyarakat. Salah satunya memberikan layanan baca melalui program “Maos Corner”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad (25/03/2018) bertempat di Taman Jamur Salah satu tempat yang menarik di objek wisata Waduk Penjalin,Paguyangan.

Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ipmawan Batis Reka Guliwan mengatakan bahwa dengan kegiatan ini kedepannya bisa meningkatkan minat dan budaya baca di kalangan masyarakat.

Melalu Maos Corner ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) diharapkan menjadi organisas yang mengawali semangat literasi di Kabupaten Brebes sesuai visi dan misi IPM Jawa Tengah yakni Literasi Berdikari. Ujar Batis.

Berikutnya Ketua Umum PD IPM Brebes,Ipmawan Tejo mengatakan”bahwa tujuan kegiatan ini bentuk implementasi amanah  Musyawarah Daerah 11 Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Bulakamba tentang Membangun Keilmuan. Dan  memang Maos Corner ini bentuk ajakan terhadap masyarakat untuk melawan pembodohan dan mengisi waktu liburan di tempat wisata dengan kita membaca buku.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini M. Andi Rofik (Ketua Umum PD IPM Kabupaten Brebes 2015-2017) serta kader IPM Cabang Paguyangan. Batis Reka (Kon. Brebes)

Tingkatkan Minat Baca, IPM Larangan & Ketanggungan adakan Seminar Literasi

Tingkatkan Minat Baca, IPM Larangan & Ketanggungan adakan Seminar Literasi

ipmjateng.or.id, Larangan – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Larangan dan Kecamatan Ketanggungan adakan Seminar Literasi yang diselenggarakan pada Sabtu (17/3) bertempat di SMK Muhammadiyah Larangan Kabupaten Brebes.

Acara ini bertemakan “Aktualisasi Gerakan, Menyamai Kebermanfaatan” dimana diikuti sekitar 50-an peserta baik dari cabang Larangan Maupun Ketanggungan.

Pembicara pada seminar literasi ini adalah Lutfi Nurhidayati dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah dan Mohammad Rusdi selaku ketua Komunitas Iqro (KOMIK). Kedua pembicara memberikan pemaparan sesuai dengan keahliannya masing-masing di Bidang Literasi.

Rusdi mengatakan bahwa secara umum minat baca di Indonesia sangatlah rendah sekali yakni dibawah 1%. Rendahnya minat baca di Indonesia disebabkan beberapa faktor satu diantaranya budaya masyarakat Indonesia yang masih didominasi budaya tutur.

Selain itu juga penggunaan internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan. Pengaruh internet juga sedikit banyak mempengaruhi minat baca di Indonesia. Sebanyak 132,7 juta orang Indonesia pada 2016 tecatat sebagai pengguna internet menurut data Perpustakaan Nasional 86,3 juta jiwa berada di Jawa, terang Rusdi.

Ipmawati Lutfi memaparkan bahwa berdasarkan studi Most Littered Nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Hal ini menjadi sesuatu yang memprihatinkan bagi kita semua khususnya dikalangan pelajar.

Melihat kondisi tersebut maka kami berharap agar Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat menjadi pioner kemajuan bangsa dalam menumbuhkan semangat literasi salah satunya memasifkan kembali Komunitas Iqro ini. Ujar Ipmawati yang akrab disapa Lutfi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes Ipmawan Tejo, Kepala SMK Muhammadiyah Larangan Bapak Drs. Surono, M.Pd dan tamu undangan lainnya. Isnaeni (Kontributor Kab. Brebes)

IPM Jateng Siap Kawal Anin

IPM Jateng Siap Kawal Anin

ipmjateng.or.id – Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang dikeluarkan dari sekolah sejak 6 Januari 2018 atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya.

kasus ini bermula pada awal Januari lalu. Ada tiga orangtua atas nama siswa berinisial BT, KR, dan NT menghadap ke pihak sekolah. Mereka melaporkan adanya dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pengurus OSIS saat pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) November 2017 lalu, dimana Anin, panggilan akrabnya terlibat sebagai salah satu panitia dalam kegiatan tersebut.

Perilaku para pengurus OSIS tersebut dituduh ada kaitan dengan meninggalnya salah satu siswa yang terjun di kolam renang GOR Jatidiri beberapa waktu lalu. Tetapi hal itu tidak ada bukti.

Menyikapi kasus ini, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah akan melakukan advokasi terhadap kasus ini.  Karena dinilai keputusan dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah tanpa melakukan konfirmasi terhadap terduga dan panitia LDK lainnya.

Ketua IPM Jawa Tengah, Ahmad Basyiruddin menyayangkan tindakan Kepala SMAN 1 Kota Semarang. “Sekolah tak mau melakukan tabayun terlebih dahulu kepada yang bersangkutan ataupun panitia lainnya. Bagi saya ini merupakan keputusan yang sangat keliru yang dilakukan oleh Kepala sekolah karena baru sepihak yang memberikan pernyataan tersebut,” terangnya.

lebih lanjut, Basyir, panggilan akrabnya meminta agar kepala SMAN 1 Semarang segera diperiksa. “Kepala SMAN 1 Semarang harus segera dipanggil oleh pihak-pihak terkait baik dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ombudsman dan bahkan Komnas HAM tentang berita pengurus yang hilang akan hak belajar,” tegasnya.

Sementara itu Supriyadik, Sekbid Advokasi IPM Jawa Tengah menuturkan bahwa Tim advokasi untuk mengawal kasus ini telah dibentuk.

“Hari ini kami mengunjungi korban sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar. Dan kami akan mengawal kasus ini dan menyelesaikan serta berusaha mengembalikan hak-hak Anindya yang telah dirampas sekolah dengan ketidakadilan yang nyata,” ujar Supriyadik Sabtu (3/3/2018). (Santoso/LIM IPM Jateng)

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]