Nurul yang bercita-cita jadi Qori Internasional

Nurul yang bercita-cita jadi Qori Internasional

ipmjateng.or.id , TEGAL – Nurul Hidayatul Muflikhah Siswa SMP Muhammadiyah Margasari Berprestasi di Bidang Tilawah dari Jenjang Lokal hingga Nasional. Kabar menggembirakan prestasi siswa SMP Muhammadiyah Margasari kab Tegal yang telah mengharumkan sekolahnya dalam acara lomba tilawah pelajar.

Nurul biasa dipanggil para sahabatnya selain hobinya membaca Al Quran nurul juga aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai Ketua Umum di Sekolahnya. Siswa kelas VIII ini sering mengikuti ajang pretasi dibidang Tilawah. Dimata ibunya Nurul adalah anak yang semangat dan pantang menyerah terus mencoba untuk mendapatkan juara.

Prestasi yang pernah di raih nurul diantaranya Juara 1 lomba MTQ & MHQ Pelajar & Umum jenjang kabupaten Tegal , dan pernah meraih juara 3 lomba OLYMPICAD & PENTASBORA yang di selenggarakan Pimpinan Wilayah Jateng , selain juga pernah mendapatkan mendali emas pada lomba International Olympiad of Qur’an and Technology ( OLYQ ) di bandung. Dan masih banyak lagi juara 1 diberbagi bidang. Ketika diwawancarai redaksi pada 26/1/ 2018 , Nurul Hidayatul mengungkapkan pentinnya membaca Al Quran yang baik , “ menurutnya.

“Membaca alquran adalah kewajiban umat Islam. Kita diwajibkan membaca kitab suci Al Quran setiap hari. karena memang Al Quran lah yang menjadi pedoman hidup. Membaca quran itu harus dilakukan dengan ikhlas. Sangat dianjurkan untuk membaca Al Quran dengan lancar dan jelas. “ sedangkan nberbicara tentang tilawah saya sangat semangat karena cita cita saya ingin menjadi Qori Internasional.

Dimana tilawah ini sangatlah dianjurkan juga. Kita harus membaca alquran dengan lagu yang indah seindah-indahnya, sama seperti keindahan manfaat dari Al Quran. Dengan belajar tilawah Al Quran inilah banyak bermunculah Qiro’ah atau pembaca ayat-ayat suci alquran yang sangat merdu suaranya ketika membaca lantunan ayat suci alquran.

Belajar tilawah Al Quran ini sangatlah penting. Seperti yang ditegaskan dalam alquran yaitu untuk mengingatkan kepada manusia bahwa ada kehidupan di alam baka yang kekal. Sehingga dengan pembacaan ayat-ayat suci alquran, kita akan selalu mengingat akan keindahan kuasa Allah. Selain itu, kita juga bisa lebih pembacaan ayat-ayat suci alquran.” Jelasanya ( Hendra Apriyadi)

TANGGAPAN PW IPM JATENG TERKAIT KASUS DSM YANG DIAMANKAN KEPOLISIAN

TANGGAPAN PW IPM JATENG TERKAIT KASUS DSM YANG DIAMANKAN KEPOLISIAN

ipmjateng.or.id, Semarang – Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan keterangan terkait ramainya aksi terorisme yang menyerang aparat kepolisian dalam pekan ini yang menjadi kekhawatiran publik. Dimana aparat kepolisian mengamankan 2 perempuan remaja bersenjata gunting yang mencoba menyerang polisi di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok (12/5) pukul 03.00 WIB.

Keterangan pihak kepolisian menyebutkan, kedua perempuan tersebut bernama Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah. Polisi menyita sejumlah barang bawaan mereka,berupa dua buah KTP, dua unit ponsel, dan satu buah gunting. Hasil interogasi kepolisian menunjukkan, keduanya akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob.

Selain barang bukti tersebut, ditemukan pada salah satu perempuan berinisial DSM dari keduanya sebuah Kartu Tanda Anggota (KTA) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Kendal.

Disampaikan Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah, Ahmad Basyiruddin, terkait isu yang beredar tentang penyerangan Mako Brimob (12/5 ) oleh Pelajar beridentitas KTA IPM atas nama Dita Siska Millenia, kami Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah telah melakukan kroscek langsung salah satu anggota PD IPM Kendal. “Dita Siska Millenia memang pernah menempuh pendidikan di salah satu sekolah Muhammadiyah Kendal, namun tidak menjadi pengurus IPM aktif“.

Lebih lanjut Basyir menegaskan bahwa yang bersangkutan SEJAK Lulus dari  Ponpes Darul Arqam Patean Kendal  pada tahun 2017 TIDAK LAGI SEBAGAI ANGGOTA IPM, sehingga tidak bisa dikaitkan dengan kejadian tersebut. tegasnya.

Terlepas dari itu Ketua Bidang Advokasi Rizki Yakaria Nofandi menyampaikan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam Amar Ma’aruf Nahi Munkar di kalangan pelajar mengecam keras segala bentuk paham dan tindak terorisme.

Kami menghimbau kepada seluruh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk kembali ke Khittah dan Gerakan IPM sebagai Gerakan Pelajar Berkemajuan. Dengan harapan agar kita tidak terprovokasi dan senantiasa bertabayyun terkait arus informasi yang diperoleh berkaitan isu tersebut. Tandas Rizki. Snts