Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; force_gzip has a deprecated constructor in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/plugins/force-gzip/force-gzip.php on line 51
Archives
Warning: A non-numeric value encountered in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/themes/Divi/functions.php on line 5837
Pelatihan DAI Pelajar – IPM Kab. Pemalang

Pelatihan DAI Pelajar – IPM Kab. Pemalang

ipmjateng.or.id, Pemalang – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Pemalang yang dinahkodai oleh Bidang Kajian Dakwah Islam adakan kegiatan Pelatihan Da’i Pelajar Muhammadiyah tingkat II (PDPMII). Kegiatan ini dilaksanakan pada (1-4/6) yang bertempat di MI Muhammadiyah Moga dengan puluhan peserta yang berasal dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Cabang se-Kabupaten Pemalang.

Kegiatan yang bertemakan “Mendirikan Pondasi Dakwah yang Kokoh sebagai Upaya Membangun Da’i Pelajar dalam Bingkai Islam Berkemajuan” ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang, Pimpinan cabang Muhammadiyah Kecamatan Moga, Kepala MI Muhammadiyah Moga dan Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Pemalang.

Ketua Umum PD IPM Kab. Pemalang Ipmawan Naufal Aamiin mengatakan “Uniknya pada PDPM II ini, selain mempelajari materi tentang Aqidah, Kemuhammadiyahan, Al-Qur’an, As-sunah, Metodologi Dakwah, Shirah Nabawiyah, Retorika Dakwah, Peserta PDPM juga mempelajari tentang Perawatan Jenazah, Bid’ah dalam Ibadah”

“Materi Perawatan Jenazah langsung dipraktekan oleh salah satu peserta PDPM II dan didampingi oleh Bapak Hasan Lubis selaku pemateri. Tujuannya supaya peserta tahu, bagaimana perawatan jenazah yang baik dan benar.” ujar Naufal

Saat Materi Perawatan Jenazah, pemateri memberikan praktek langsung

Ketua Panitia Diki Arif Hidayatullah mengungkapkan bahwa disela-sela waktu materi dan waktu luang pada  kegiatan tersebut, PD IPM Kab. Pemalang juga membuka lapak Maos Corner dengan tujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan dan minat baca pada peserta maupun panitia  PDPM II pada umumnya.

DIki berharap setelah terlaksananya kegiatan PDPM II ini, semoga bisa mengokohkan Pondasi Dakwah yang berilmu, ber etika  dan menciptakan Da’i Pelajar  dalam bingkai Islam Berkemajuan. Output dari PDPM II ini, agar peserta kedepannya mampu melaksanakan PDPM I di masing-masing Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting IPM Se-Kabupaten Pemalang. tandasnya. (Abdina/Santoso)

Tim Kecil Manfaat Besar – Advokasi IPMJateng

Tim Kecil Manfaat Besar – Advokasi IPMJateng

ipmjateng.or.id, Semarang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah adakan kegiatan Pesantren Advokasi pada (1-4/6) yang bertempat di Gedung Napza, Mijen, Wonolopo Kota Semarang. Dimana kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari Pimpinan Daerah IPM se-Jawa Tengah.

Kegiatan yang bertemakan “Massifikasi Gerakan Aman, Sebagai Bentuk Aktualisasi Keimanan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah yang Berkarakter”  dibuka oleh perwakilan dari Plt Gubernur Jawa Tengah yakni dari Dinas Kesbangpol Jawa Tengah Bapak Sukanto. Hadir pula kepala Dinas Sosial Kota Semarang Bapak Tommi Yarmawan Said, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Ayahanda Wahyudi.

Dalam sambutannya Ahmad Basyiruddin selaku ketua umum IPM Jawa Tengah, menyampaikan bahwa IPM Jawa Tengah memiliki cara tersendiri dalam memaknai kegiatan di bulan ramadhan ini yakni dengan adanya Pesantren Advokasi dimana kita terbiasa mendengar seperti pesantren kilat, pesantren ramadhan dan lain sebagainya.

“Harapan besar dari output kegiatan pesantren advokasi ini akan lahir agen-agen advokasi dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Jawa Tengah yang  akan berkonstribusi dalam melakukan pendampingan-pendampingan pelajar secara umum dan khususnya pelajar muhammadiyah”. Ujar Basyir.

Sedangkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Wahyudi mengatakan bahwa IPM sebagai organisasi pelajar di Muhammadiyah harus bisa mengeluarkan kita dari keterbelengguan media sosial yang mana telah membuat pelajar seakan-akan terpenjara.

“Advokasi berarti melakukan pembebasan, pembinaan dan keberpihakan dimana advokasi masuk pada ranah kemanusiaan. Maka kami berharap IPM dapat mengadvokasi para pelajar khususnya pelajar muhammadiyah bukan hanya melakukan pendampingan tetapi harus bisa mencari solusi dari permasalahannya tersebut” tutur wahyudi. Santoso (LIM IPM Jateng)