Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; force_gzip has a deprecated constructor in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/plugins/force-gzip/force-gzip.php on line 51
Archives
Warning: A non-numeric value encountered in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/themes/Divi/functions.php on line 5837
Eratkan Persaudaraan antar Kader, PD IPM Banjarnegara adakan Kegiatan SAMBUNG SEDULUR

Eratkan Persaudaraan antar Kader, PD IPM Banjarnegara adakan Kegiatan SAMBUNG SEDULUR

Banjarnegara- Ahad (13/01/2019), Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Banjarnegara mengadakan kegiatan bernama Sambung Sedulur. Sambung Sedulur ini diadakan di Surya Yudha Sport Center, Rejasa, Banjarnegara. Kegiatan ini terdiri dari Turnament Futsal, lomba suporter terheboh dan Pameran Kewirausahaan diikuti oleh pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) se-Banjarnegara dan Pimpinan Ranting (PR) SMK/MA/SMA IPM se-Banjarnegara dan juga mengundang ASBO PW IPM jateng dan Alumni IPM Banjarnegara. Dengan Tema” Menguatkan Ghiroh Persaudaraan dengan Pondasi Pelajar Muhammadiyah Banjarnegara Berkemajuan” Kegiatan tersebut tentu bertujuan untuk mengeratkan persaudaraan kader IPM se-Banjarnegara.

Kegiatan ini juga sangat mendapatkan apresiasi dari bidang ASBO PW IPM Jateng sendiri “sangat bangga karena ditengah-tengah arus globalisasi, dimana anak muda sekarang lebih suka dengang kesenangan, tetapi IPM Bnajarnegara mempunyai cara berbeda untuk bersenang-senang yaitu dengan mengundang Cabang dan Ranting mengikuti acara Sambung Sedulur ini. Dan untuk acara-acara seperti futsal dan kewirausahaan membuktikan bahwa didalamnya ada kreatifitas yaitu mengkorelasikan dakwah komunitas dan menggali potensi diri. Dan itu semua merupakan sebuah kreatifitas yang perlu diapresiasi dan ditingkatkan lagi” Kabid ASBO PW IPM Jateng (Dea Aldy)

Kegiatan Sambung Sedulur ini diawali dengan Pembukaan yang dilaksanakan langsung di Lapangan Futsal Surya Yudha Sport Center Banjarnegara dan diikuti peserta seleruh peserta futsal, suporter, PD IPM, serta Peserta Pameran KWU dan dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang ASBO PW IPM Jateng ( Dea ) dengan mendangkan bola sebagai tanda acara dibukanya acara Turnament Futsal dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Sambung Sedulur.

Setelah pembukaan selesai para peserta futsal keluar lapangan untuk mempersiapakn diri dan para ipmawati menjaga stand pameran kawirausahannya. Turnamen futsal ini terdiri dari 12 team peserta yang merupakan 9 dari Cabang, 3 dari Ranting, dan  1 dari Asrama Pelajar Muhammadyah (APELMU). Selain itu turnamen futsal ini juga diramaikan oleh PD IPM dan team gabungan alumni dengan ASBO PW IPM Jateng.

Team yang pertama bermain adalah dari dari Ranting SMK Muahmmadiyah Banjarnegara dan SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara dan di komentatori langsung oleh anggota Bidang ASBO PW IPM Jateng (Ipmawan Agam Setyo Bakti). Saat pertandingan berlangsung para suporter pun berlomba-lomba berteriak untuk menyemengati team mereka.

Team yang pertama bermain adalah dari dari Ranting SMK Muahmmadiyah Banjarnegara dan SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara dan di komentatori langsung oleh anggota Bidang ASBO PW IPM Jateng (Ipmawan Agam Setyo Bakti). Saat pertandingan berlangsung para suporter pun berlomba-lomba berteriak untuk menyemengati team mereka.

Pameran Kewirausahaan

Dan untuk Pameran Kewirausahannya sendiri kami dari PD IPM Banjarnegara menyediakan stand untuk Cabang yang berminat. Dan diacara Sambung Sedulur kali ini terdapat lima stand yang merupakan 4   empat stand Cabang dan satu stand dari PD IPM Banjarnegara. Pameran Kewirausahaan kali ini semuanya membuka stand makanan dan minuman, mulai dari ceriping, manisan salak, es kuwut dan masih banyak lagi.

Disiang bolong untuk mengibur peserta ada pertandingan persahabatan antara team alumni melawan  PD IPM Banjarnegara. Team alumni sendiri terdiri dari alumni PD IPM Banbjarnegara (Hendra, Fitran Zain, Arif) dengan ASBO IPM Jateng (Agam, Dea, Budi). Dan pertandingan sengit itu pun dimenangkan oleh PD IPM Banjarnegara. Setelah selesai peretandingan kita foto bersama baru turnament futsal dilanjutkan kembali.

Babak final turnament futsal ini dilaksanankan Ba’da Sholat Ashar dengan mempertemukan team futsal dari PC IPM Pandan Aruum dan PC IPM Sigaluh dengan skor 6:3 untuk PC IPM Sigaluh.

Kegiatan Sambung sedulur inipun diakhiri dengan penyerahan hadiah berupa piala dan uang binaan yang dilakukan oleh alumni kepada juara satu dan dua pemenang turnamen futsal dan Soporter terheboh. Untuk Soporter terheboh sendiri  diberikan kepada suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara.

Pelajar Penangkal Hoaks

Pelajar Penangkal Hoaks

Oleh : Muhammad Arief Sitegar S.E.I.,
Anggota Bidang Organisasi PW IPM Jawa Tengah

Perkembangan informasi saat ini bagaikan “air bah” yang menerjang dahsyat. Tiap harinya, berbekal alat ajaib bernama gawai (gadget) masyarakat dengan mudahnya mendapat informasi maupun ikut menyebarkan informasi yang diterima. Ketika kita menengok masa lampau sebuah berita disampaiakan melalui alat yang sangat sederhana, misalnya daun lontar untuk menulis surat, kentongan untuk memberi tanda kondisi lingkungan, merpati pengirim surat dan lain sebagainya. Karena masih sangat sederhana berita yang disampaikan membutuhkan waktu yang cukup lama. Bandingkan dengan zaman “now”, berita bahwa di Mekkah (Arab Saudi) sedang turun hujan, setengah menit kemudian dapat diketahui oleh masyarakat Indonesia. Padahal dahulu seorang pergi haji ke Mekkah membutuhkan waktu berbulan – bulan untuk berlayar samudra.

Pelajar adalah lentera yang menjadi suluh terang diantara gelapnya malam. Berbekal  ilmu menggempur tembok kebodohan. Menyangkut zaman “banjir bandang” berita saat ini, pelajar menjadi harapan untuk menjernihkan zaman. Bukan orang ramai tidak mengetahui suatu hal, namun rendahnya daya kritis dan perasaan simpati berlebihan yang membuat menjamurnya berita hoaks (bohong). Keberpihakan membuta terhadap suatu yang dianggap sejalan dengan dirinya, lantas di sebar tanpa memperhatikan kebenaran berita tersebut. Seorang pendukung keharaman vaksin (imunisasi) lantas menyebarkan berita imunisasi yang belum jelas sumbernya dan dianggap sebagai kebenaran mutlak. Padahal jika tidak disikapi dengan bijak program pemerintah untuk mencegah anak terserang penyakit tertentu menjadi gagal dan berdampak pada masyarakat lain. Sebagai contoh di tahun 2018 terdapat kasus,  2 orang anak meninggal karena penyakit difteri. Diketahui bahwa kedua orang tua anak tersebut tidak melakukan vaksinasi kepada anaknya (KOMPAS.COM : 20/7/18). Selain itu panasnya tensi politik di tahun 2019 tak jarang membuat berita hoaks menjamur dengan tujuan menyerang salah satu pihak lawan politiknya.

Orang Tua Latah Berita

Peralihan zaman memasuki era digitalisasi informasi membuat sebagian golongan tua kaget. Dimasa mudanya yang ada hanya telephone yang dapat hanya menyalurkan komunikasi suara. Saat ini ada gawai (android), dengannya pesan teks, audio dan visual sangat mudah disebarkan. Melalui perantara aplikasi WhatApp, Facebook dan lainnya para orang tua “terkaget” dengan unik serta menariknya informasi. Karena dianggap menjadi suatu yang bermanfaat lantas tanpa pikir panjang semua komunitas daring (online) yang diikuti, ikut menyimak berita yang disebarkannya tersebut. Padahal penulis berita dan sumber yang bertanggung jawab tidak jelas. Namun karena kategori berita yang menggugah simpati maka sumber berita menjadi terabaikan. Perasaan berlebihan dalam menyikapi berita yang menjadi sebab. Hal ini juga diakibatkan karena minimnya penguasaan penggunaan fitur gawai yang dimiliki. Berbeda dengan kalangan muda yang lebih berpengalaman menggunakan alat, mereka lebih kritis dan tidak mudah “kagetan” terhadap informasi yang diterima.

Islam Melarang Hoaks

Tergesa-gesa dalam menyebar berita menjadi salah satu penyebabnya maraknya berita hoaks. Hal ini memunculkan suatu kerusakan, provokasi, ketakutan atau kebingungan. Padahal Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7)

Sehingga sikap tergesa-gesa menjadi hal yang tidak baik, karena merupakan perbuatan yang datangnya dari setan.

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ , وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR. Al – Baihaqi)

Agama Islam telah mewanti umatnya untuk berhati-hati dalam menerima sebuah berita. Perlunya suatu pengecekan kebenaran berita yang diterima apakah valid atau hanya dibuat menarik untuk menjadi viral. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 6)

Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita dengan teliti, yaitu mencari bukti-bukti kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri sumber berita, atau bertanya kepada orang yang lebih mengetahui hal itu.

Peran Pelajar Tangkal Hoaks

Pelajar memupuk dirinya dengan nutrisi ilmu yang didapatknnya di sekolah ataupun buku. Dari guru dan sanak kerabat yang gemar berdiskusi manfaat. Sebagai bagian dari masyarakat, pelajar harus memberikan pencerahan kepada lingkungannya, tentang bahaya berita hoaks. Dengan cara kreatif dan tetap mengedepankan adab, pelajar diharapkan menyebarkan pengetahuan untuk kesadaran bahaya berita hoaks. Masyarakat susah membedakan berita hoaks dengan yang tidak adalah karena minimnya budaya literasi dan minat baca yang rendah. Peran pelajar menangkal hoaks dapat dilakukan dengan memaparkan kriteria berita hoaks, kampanye stop hoaks, dan membuat regulasi diskusi online yang mencegah merebaknya hoaks.

Menurutu Suwarjono, Ketua Asosiasi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) masyarakat dapat mengenal hoaks dengan melihat 5 kriteria sebagai berikut: pertama, berita hoaks cenderung mengandung judul yang provokatif, “mengompori” yang tujuannya untuk mendorong pembaca membuka berita tersebut di media sosial. Kedua, nama situs media penyebar berita biasanya mirip dengan media besar yang sudah ada, seringkali juga dengan nama baru yang tidak jelas. Ketiga, adalah kontennya cenderung berisi opini, tidak jelas sumber beritanya dan minim fakta. Keempat, berita hoaks seringkali menggunakan foto yang menipu, tujuannya sebagai foto ilustrasi namun sering tidak relevan dengan keterangan fotonya. Kelima, akun sosial media yang digunakan untuk menyebar berita biasanya baru dibuat, kloningan, abal-abal dan tidak jelas.

Kampanye adalah sebuah tindakan yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan dari berbagai pihak dengan cara memberi suatu pengaruh. Dengan sebuah kampanye, usaha untuk menangkal berita hoaks dapat disuarakan oleh banyak pihak. Gerakan ini dapat menggunakan bermacam-macam sarana, pamflet ,poster, video dan berbagai media lainnya. Kampanye dapat menumbuhkan kesadaran bersama sehingga saling mengajak untuk memerangi berita hoaks dapat dialakukan lebih efektif. Keberadaan komunitas daring (online), baik dari aplikasi WhatsApp atau sosial media lainnya tak jarang menjadi ladang subur tumbuhnya berita hoaks. Diperlukan suatu tata tertib yang disepakati oleh anggota komunitas. Aturan ini demi menekan persebaran berita yang tidak jelas sumbernya. Anggota grup diharuskan membagikan berita hanya dari yang jelas sumbernya.

Pelajar menjadi harapan bangkitnya budaya literasi Indonesia yang lebih baik. Dimulai dengan membaca buku, berlatih menulis gagasan dan mengetahui cara efektif menyebarkan gagasannya adalah proses yang dinanti untuk wujudnya Pelajar Indonesia Berkemajuan.

Catat! Tanggal Resmi Musywil 23 IPM Jateng

Catat! Tanggal Resmi Musywil 23 IPM Jateng

IPMJATENG.or.id-Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah (PW IPM Jateng) akan menyelenggarakan musyawarah wilayah ke 23 di Kabupaten Tegal.

Setelah dikonfirmasi, Musywil 23 IPM Jateng akan diselenggarakan pada tanggal 28 Februari – 3 Maret 2018 di Kabupaten Tegal. Hal itu disampaikan oleh ketua umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Tegal, Ipmawan Muhammad Sofiyudin. “Tanggal resmi penyelenggaraan Musywil 23 IPM Jateng adalah 28 Februari- 3 Maret 2018” tuturnya.

Nantinya Musywil 23 IPM Jateng akan diikuti oleh peserta penuh dari utusan Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang IPM se-Jateng. Mereka akan memilih Pengurus PW IPM Jateng untuk periode 2019-2021.  (/Burhanuddin)

MABIT IPM Mayong, Jadi Ajang Hindari Maksiat Tahun Baru

MABIT IPM Mayong, Jadi Ajang Hindari Maksiat Tahun Baru

Jepara – Sore itu mereka mulai berdatangan. Para Ipmawan dan Ipmawan cilik peserta acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang di gelar IPM Mayong Jepara. Dari yang terkecil umur 6 tahun hingga hingga remaja siswa SMK berbaur seru hendak menerima materi dan kegiatan yang akan dijalankan. Amar, ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mayong (IPM Mayong) menjelaskan bahwa MABIT ini jadi acara rutin tiap malam pergantian tahun. “Sengaja kami agendakan acara ini di malam tahun baru, alhamdulillah sudah kali ke 3 sejak tahun 2016” ujarnya.

Foto bersama dengan peserta mabit IPM Mayong

Materi pertama tentang kisah keteladan Nabi Muhammad saw, disampaikan oleh ustadz Faozan. Dirinya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw merupakan contoh terbaik umat manusia “istimewanya Nabi Muhammad, perilakunya tidak hanya sesuai dengan umat zaman dahulu namun juga generasi umat zaman sekarang. Akhlak dan sifatnya cocok untuk diikuti anak-anak zaman Now” terang ustadz yang juga menjadi Ketua PC Muhammadiyah Mayong.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi beramal sejak dini. Peserta diberikan cerita manfaat bersedekah yang luar biasa. “Sedekah tidak hanya dilakukan orang dewasa, kita anak-anak dan remaja harus mulai berlatih sedekah. Dengan sedekah rezeki jadi bertambah dan kemudahan hidup akan diberikan oleh Allah SWT” terang Ustadzah Febri. Tidak membuang kesempatan pemateri yang sekaligus staf eksekutif LAZISMU Mayong memberi sosialisasi program kencleng LAZISMU. Kaleng kecil untuk diisi uang sedekah harian yang selanjutnya di salurkan kepada fakir miskin serta program ta’awun lainnya.Tepat pukul sepuluh malam sesi materi berakhir. Peserta diajak panitia untuk masuk ke ruang tidur yang disediakan. Memang inilah salah satu tujuan panitia, tidak ikut-ikutan melakukan perayaan malam pergantian tahun dengan pesta dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Hari berganti para peserta mengawali hari dengan tahajud, baca Al-Qur’an dan solat subuh berjamaah di Masjid.
Keriuhan mulai terjadi ketika masuk sesi lomba rangking satu. Sesi ini menjadi kesempatan panitia untuk mengecek keragaman peserta dalam menerima materi yang sebelumnya disampaikan. Saling rebut acungan tangan dan sahut-menyahut jawaban membuat ruang kelas riuh ramai. MABIT menjadi ajang upgrade kualitas iman dan taqwa para pelajar Muhammadiyah. Kebiasaan baik ini akan menjadi agenda rutin setiap tanggal 31 Desember hingga 1 Januari oleh pelajar Muhammadiyah Mayong. (Arief)