Lihat Sampah di Musywil IPM, Faizal dan Kawan-kawan Spontan Turun Tangan

Lihat Sampah di Musywil IPM, Faizal dan Kawan-kawan Spontan Turun Tangan

 ipmjateng.or.id, Tegal – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) merupakan organisasi pelajar Muhammadiyah yang selalu diharapakan dapat berkontribusi bagi bangsa dan Muhammadiyah. Menjadi kader IPM paling tidak harus membawa perubahan bagi lingkungan sekitar. Di samping itu, IPM harus menjadi teladan bagi para pelajar di sekitarnya.

Satu keteladanan terlihat di tengah-tengah acara Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Jawa Tengah, Jumat, (1/3/2019). Beberapa kader IPM terlihat sibuk membersihkan sampah-sampah di sekitar acara. Satu di antara pelajar itu adalah Faizal Jamaluddin.

Dijumpai reporter tabloidcermin.com, Faizal mengaku tergerak untuk membersihkan sampah secara spontan. Hal itu juga dilakukannya berdasarkan inisiatif sendiri.

“Saya dan teman-teman melakukan itu karena inisiatif sendiri. IPM harus membawa manfaat bagi sekitarnya,” ucap Kader IPM Margasari Kabupaten Tegal ini.

Di acara Musywil sebenarnya sudah ada petugas kebersihan sendiri. Namun, Faizal dan temen-temen IPM lainnya terlihat bersemangat membersihkannya.

Apa saja yang dilakukan Faizal dan kawan-kawan?

“Selain membersihkan, kami juga mengangkut gerobak sampah ke tempat pembuangan akhir di halaman belakang,” katanya.

Ketua PD IPM Kabupaten Tegal M. Sofiyudin menyampaikan pentingnya pelajar untuk selalu menjadi pelopor dalam segala hal kebaikan.

“Datang dengan kondisi bersih, maka pulang pun harus dalam kondisi bersih pula, seperti sedia kala,” katanya. *(lim)

Mobil TNI AD Ikut Ramaikan MUSYWIL 23 IPM  Jawa Tengah

Mobil TNI AD Ikut Ramaikan MUSYWIL 23 IPM Jawa Tengah

ipmjateng.or.id, Tegal – Pembukaan Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) ke- 23 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah berlangsung meriah di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal, pada Jumat, (1/3).

Keunikan dari MUSYWIL ke- 23 IPM Jawa Tengah ini adalah perjalanan ke tempat Pembukaan yang diangkut oleh mobil Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Peserta yang berjumlah 549 diangkut bergantian dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhmmadiyah Lebaksiu menuju ke Pendopo Amangkurat.

Kesan mereka ketika naik Mobil TNI AD adalah kagok dan seru, karena para peserta yang terdiri dari berbagi daerah berkumpul menjadi satu. Dari sana mereka menjadi akrab karena sering ngobrol terkait dengan perjalan mereka. Uniknya pada saat perjalanan banyak anak kecil yang melihat kearah mereka seola-olah rombongan tahanan.

Saat melihat anak kecil memancing dipinggir sawah mereka seolah-olah bernostalgia tentang masa kecil yanng menyenangkan. Selain itu, ada banyak pelajaran hidup yang dapat diambil salah satunya tentang menikmati sebuah perjalanan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Rembang.

“Nikmati perjalanannnya maka kamu tidak akan kecewa. Setiap perjalanan itu harus dinikmati, termasuk perjalanan hidup,” Ujar Ahmad Tumudzi

*Lembaga Informasi dan Media (LIM) IPM Jawa Tengah

STRUKTUR PW IPM JATENG 2019-2021

STRUKTUR PW IPM JATENG 2019-2021

Ketua Umum : Muhammad Nurul Huda
Ketua (Organisasi) : Moch Zainuddin Qomari
Ketua (Perkaderan) : Ainur Rosyid Adzikkri
Ketua (Kajian dan Dakwah Islam) : Mochammad Ibnu Falaah
Ketua (Pengkajian Ilmu Pengetahuan) : Muhammad Sofiyudin
Ketua (Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) : Agam Setyo Bakti
Ketua (Advokasi) : Slamet Puji Widianto
Ketua (Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan) : Yusuf Rohmat Yanuari
Sekretaris Umum : Marina Melani
Sekretaris (Organisasi) : Rizky Dyani Purwaningtyas
Sekretaris (Perkaderan) : Arif Nur Faudin
Sekretaris (Kajian dan Dakwah Islam) : Eka Faridah Wahyuningtyas
Sekretaris (Pengkajian Ilmu Pengetahuan) : Merlinda Krisdiyanti
Sekretaris (Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) : Mohammad Taufiq Hassan
Sekretaris (Advokasi) : Atha Zha Zha Zaky
Sekretaris (Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan) : Desi Khaerunnisa
Bendahara Umum : Tri Bagus Prasetyo
Bendahara I : Tursiti
Bendahara II : Sulistiyo Suharto
Anggota (Organisasi) : Muhammad Habiburrahman
 Taufiq Bayu Aji Ramadhan
 Tejo
 Deni Eko Triono
Anggota (Perkaderan) : Metanisa Rofi Hamtina
 Andryan
 Ganis Choirunnisa
Anggota (Kajian dan Dakwah Islam) : Hamada Perwira Matsalul A’la
 Latifah Nanda Amelia
 Safira Nuris Salma
Anggota (Pengkajian Ilmu Pengetahuan) : Lail Usri Yusro
 Ivan Nur Rohman R
 Ahmad Yaki Al Muna
Anggota (Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) : Muhammad Nuzulul Farqi
 Ayuning Intan Anugrah Utami
Anggota (Advokasi) : Agus Saepudin
 Sri Rahayu
 Nur Rohman
Anggota (Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan) : Bangkit Nurullah
 Cendikia Rohman Al Ahkam
 Alif Fatullah
 Budi Nur Hidayanto

RESMI : Inilah Hasil e-Voting Formatur Musywil XXIII IPM Jateng

ipmjateng.or.id, Tegal – Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah berlangsung lancar. Musywil yang diselenggarakan di komplek perguruan Muhammadiyah Lebaksiu kabupaten Tegal pada Kamis-Ahad, (28-3/3) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya pemilihan formatur.

Berikut ini hasil pemilihan formatur terpilih dengan menggunakan sistem e-voting.

  1. Nurul Huda 458
  2. M. Sofiyudin 424
  3. Ainur Rosyid 389
  4. Marina 388
  5. Slamet Puji 378
  6. Tri Bagus 354
  7. Zainuddin Qomari 339
  8. Moh. Ibnu Falah 296
  9. Rizky Dyani 263

Dengan jumlah pemilih sebanyak 558 peserta, dan suara sah sebanyak 534 suara *(riza)

Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng Ramah Disabilitas

Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng Ramah Disabilitas

ipmjateng.or.id, Tegal – Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal pada Jumat, (1/3) terlihat sebuah keunikan. Pembukaan yang biasanya hanya dipandu oleh Master of Ceremony (MC), namun dalam acara tersebut ada seorang yang menjadi penerjemah bahasa isyarat. Dia adalah Firman dari PD IPM Banyumas.

Firman mempelajari bahasa isyarat sejak bulan Oktober 2018, ia mempelajari bahasa isyarat termotivasi karena ingin membantu teman tuna rungu dan membuat Indonesia ramah disabilitas.

“Jangan takutlah kepada teman-teman tuna rungu, karena kita sama dengan mereka, mereka juga punya bahasa. Kita hanya berbeda budaya saja”, ujar Firman saat diwawancarai oleh ipmjateng.or.id.

Firman belajar bahasa isyarat awalnya dari youtube kemudian memperdalamnya dengan cara bertemu dengan temanya dia yang tuna rungu di Purwokerto, menurut Firman supaya kita bisa menggunakan bahasa isyarat kita juga harus sering bertemu dengan teman-teman tuna rungu.

*Lembaga Informasi dan Media (LIM) Jawa Tengah