IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

ipmjateng.or.id, Tegal – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Wahyudi mengingatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) agar tidak golpot dalam Pemilihan Umum 2019.

Hal ini disampaikan Wahyudi saat Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM di komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

“Kader IPM didominasi oleh generasi muda milenial, dan tergolong dalam pemilih pemula dalam ajang pemilu 2019. Maka IPM harus bisa mempengaruhi sesama generasi milenial untuk ikut andil dalam pemilu sehingga tidak golput,” ujar Wahyudi.

Selanjutnya, Wahyudi mengatakan, IPM diikat oleh ajaran-ajaran Islam ajaran Muhammadiyah. IPM diharapkan memiliki kecerdasan dan Akhlakul Karimah. “Cerdas itu identik dengan radikal. Ya, IPM itu radikal dalam konteks filsafat dalam rangka untuk mencari ilmu, sebab mencari suatu kecerdasan butuh proses berfikir yang mendasar dan mengakar,” tandasnya.

Dengan analisis, lanjut Wahyudi, maka pelajar akan menjadi kritis. Kalau semua anggota IPM terbiasa berfikir kritis maka tidak akan termakan hoax.

“Di Musywil ini diharapkan dapat mengevaluasi sehingga nantinya lahir pemimpin yang tangguh, sebab sebuah evaluasi akan mendatangkan seorang pemimpin yang tangguh. Bagaimana mempertimbangkan sesuatu untuk membuat suatu keputusan,” tuturnya.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Mewakili Polda Jawa Tengah Alfian menyamapaikan isu-isu terkait dengan pemuda jaman sekarang kepada pelajar Muhamadiyah.

Pesan itu disampaikan Alfian saat mengisi seminar rangkaian Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Menurut Alfian, generasi muda saat ini memiliki lima isu utama. Pertama, isu pandangan Aqil Baligh. Dalam isu ini membutuhkan proses perhatian dan pendalaman materi Agama yang lebih sebab kondisi saat ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Contohnya yakni dengan adanya paham radikalisme. Dengan dibungkus oleh berbagai macam cara di tempat-tempat umum bahkan terkadang dibungkus dengan pendidikan agama,” katanya.

Kedua, isu ideologi dan sasaran politik. Plajar merupakan pemilih pemula, maka ini bisa menjadi sasaran empuk bagi si penyebar berita hoax. “Dengan mudahnya pelajar menjadi sasaran politik,” terang Alfian.

Ketiga, isu tentang nilai-nilai sosial. Dalam isu sosial ini pelajar harus tahu betul aturan-aturan sosial, norma yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjebak dalam norma-norma yang menyimpang.

Keempat, isu pekerjaan. Alfian meyakini bahwa ketika para pelajar sudah lulus dari SMK selanjutnya akan bekerja atau melanjutkan kuliah. “Maka dalam isu pekerjaan ini sangat mudah digunakan untuk sasaran empuk berita hoax,” tandasnya.

Kelima, isu gagap hidup teknologi dan internet. Penggunaan teknologi dan internet perlu waspadai, disikapi dan dipergunakan dengan baik. Sebab, pesan yang disampaikan bersifat bebas siapapun dapat membuat dan menyebarkannya. Hal ini tidak bisa dihindari.

“Pemerintah hanya bisa mengendalikan informasi yang sudah tersebar namun belum mampu untuk mengawasi,” imbuhnya.

Alfian melanjutkan, ciri hoax berisi tentang kecemasan, kebencian, dan tidak terverifikasi serta selalu berlebih-lebihan dalam memberitakan.

“Semoga IPM menjadi generasi cerdas dalam menyikapi berita hoax,” tutup Alfian.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Desain Semalam, Ini Sang Juara Logo Musywil IPM Jateng

Desain Semalam, Ini Sang Juara Logo Musywil IPM Jateng

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Pemenang desain logo Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawha Tengah 2019 bernama Nur Rohman. Dia dari Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Pekalongan.

Berikut ini info grafis terkait Nur Rohman dan prosesnya Desain Logo Musywil IPM Jawa Tengah 2019.

1. Foto di atas adalah hasil desain logo Nur Rohman

2. Inspiransi disesusaikan dari buku panduan ada berapa pilihan yaitu bebek atau poci

3. Poci karena di bentuk angka 23 dannsimbol Kabupaten Tegal.

4. Maknanya ketegasan sama perlindungan menguatkan ukhuwah antar pelajar.

Proses dan Komentar

5. Nur Rohman merasa kesulitan pemilihan warna untuk mengkolaborasikan

6. Dia juga pernah mengikuti logo muktamar tapi gagal.

7. Tertantang untuk mengikuti lomba logo Musywil. 3 kali gagal dan terahir menang.

8. “Kepuasan menang bisa menjadi yang terbaik berupa karya nyata dan membawa nama baik PD IPM Pekalongan.”

9. “Karnyata bagi seorang pelajar bisa mengamalkan ilmu yang didapat di maksimalkan.”

10. Mendesain dalam 1 malam.

4 Pesan Penting Bupati Tegal untuk IPM Jawa Tengah

4 Pesan Penting Bupati Tegal untuk IPM Jawa Tengah

http://ipmjateng.or.id, Slawi – Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Jawa Tengah dibuka langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah. Open Ceremony dilaksanakan di Pendopo Amangkurat, Komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Bupati mengapresiasi langkah nyata IPM Jawa Tengah dalam gerakannya dikalangan Pelajar. Dia meminta Musywil dijadikan sebagai ajang evaluasi agar kedepan IPM bisa lebih maju dan hebat.

“Generasi maju dan hebat mampu mencetak generasi milenial yang berakhlakul Karimah, berbicara baik, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. IPM juga harus mampu menciptakan generasi yang anti hoax, fitnah dan ujaran kebencian,” katanya.

Umi Azizah kemudian menyampaikan empat pesan kepada kader IPM se-Jawa Tengah.

Pertama, IPM harus mampu tanamkan mainset sukses. Yakni harus selalu membuka kisah-kisah sukses dengan belajar dari Rasulullah. Sukses dengan cara berproses sebab Pelajar yang hebat bukan dia yang pernah gagal tetapi ia yang mampu bangkit dalam kegagalan.

Kedua, tanamkan motivasi. Dalam hal ini Kabupaten Tegal sudah mulai berproses dalam menciptakan bos bos muda.

Ketiga, patuhi proses belajar. Menyakini bahwa belajar itu membutuhkan proses, maka jalani proses itu dengan baik.

Keempat, doa yang sungguh-sungguh. Yakni meminta pertolongan kepada Allah SWT.

“Teruslah fokus untuk menyelesaikannya segala hal. Pelajar yang keren ialah mereka yang memiliki karya, bukan yang selalu mencari sensasi. Tetapi pelajar yang keren ialah mereka yang selalu memberikan prestasi. IPM pasti bisa,” pungkasnya.

Musywil IPM Jateng XXIII: IPM Harus Cetak Generasi Anti Hoax

Musywil IPM Jateng XXIII: IPM Harus Cetak Generasi Anti Hoax

http://ipmjateng.or.id,SLAWI – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) diyakini sebagai wadah evaluasi dan ajang bertukar pikiran, berbagi pengalaman serta bermuhasabah tentang kinerja organisasi kedepan.

“Dari IPM harus mampu mencetak generasi baik, generasi milenial yang anti hoax, anti fitnah yang berpedoman pada Pancasila,” kata Bupati Tegal, Umi Azizah saat membuka acara Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah XXIII, di Pendopo Amangkurat, pada Jumat (1 /3) pagi.

Fenomena revolusi industri 4.0 ini, telah merubah mindset serta pola pikir masyarakat, terutamanya generasi milenial yang menjadi eksponensial, sangat terbuka, real time dan on demand. Yang berhadapan dengan generasi kolonial atau pribadi yang masih berpikiran linier.

Untuk itu, perlu adanya perubahan dengan mencetak kader-kader dan generasi yang berpendidikan, yang selalu berbuat baik, berbicara baik, berpikiran positif dan berakhlakul karimah.

“Saya meyakini Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi islam terbesar cukup berhasil dalam mendisrupsi diri, mewujudkan amal usahanya disegala bidang kehidupan. Hal ini tentunya, tidak terlepas dari pola kader IPM ini,” ujar Umi.

Agar dapat menjadi generasi yang baik, Umi menitip pesan untuk menanamkan mindset sukses, menanamkan motivasi berprestasi serta selalu mematuhi proses belajar. Di era milenial sekarang ini, yang keren bukanlah anak muda yang banyak gaya, tetapi anak muda yang mempunyai karya.

Sementara itu, Ketua IPM Jawa Tengah, Ahmad Basyirudin mengatakan diselenggarakan IPM ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah yang akan menghasilkan karya nyata.

“Harapannya bukan hanya menggantikan nahkoda lama, tetapi memunculkan ide dan gagasan baru dari pelajar IPM yang terpelajar,” pungkas Ahmad.