PESAWAT IPM Pemalang Ciptakan Pelajar Berkemajuan

PESAWAT IPM Pemalang Ciptakan Pelajar Berkemajuan

ipmjateng.or.id, Pemalang – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Pemalang gelar acara Pesantren Advokasi dan Workshop Administrasi (PESAWAT) kegiatan ini ditujukan untuk kader IPM se-Kabupaten Pemalang. Bertempat di Comal, agenda tersebut dilaksanakan mulai hari Jumat-Ahad, 26-28 April 2019.

Mengangkat tema “Spirit Kolaboratif Gerakan Ciptakan Pelajar Berkemajuan” kegiatan PESAWAT ini di ikuti sebanyak 25 Peserta, turut juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah, Perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah di Pemalang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Klegen serta perangkat Desa Klegen yang turut datang mengikuti acara pembukaan .

Dalam acara PESAWAT terbagi 2 forum yaitu Forum Pesantren Advokasi yang di ikuti oleh Ketua Umum IPM se-Kabupaten Pemalang dan Forum Workshop Administrasi yang di ikuti oleh Sekertaris Umum IPM se-Kabupaten Pemalang. Dalam Forum Pesantren Advokasi membahas tentang Konsep Sekolah Aman, Manajemen Konflik, Simulasi Advokasi, dan Alat Analisis LFA.Dalam Forum Workshop Administrasi membahas tentang ke Administrasian, JobDescription Pimpinan IPM, Administrasi Kesekretariatan, dan Simulasi Administrasi Kesekretariatan.

Output yang diharapkan dari pesantren advokasi adalah terbentuknya agen advokasi di masing-masing pimpinan untuk mengentaskan problematika remaja pelajar pada khususnya, tutur IPMawan Bagus Satria Adi selaku Ketua Bidang Advokasi PD IPM Kabupaten Pemalang.

Sedangkan output yang diharapkan dari workshop Administrasi adalah bisa menumbuhkan disiplin dan tertib administrasi di masing-masing pimpinan secara baik dan benar, ujar IPMawati Istiqomah selaku Sekretaris Umum PD IPM Kabupaten Pemalang. (Muhammad Imam Bukhari)

Musyda PD IPM kota Pekalongan ke- XIII

Musyda PD IPM kota Pekalongan ke- XIII

ipmjateng.or.id , Pekalongan – Telah terlaksana Musyawarah Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Pekalongan XIII yang mengusung tema “Pengoptimalisasian Gerakan Keilmuan Mendorong Karya Nyata Wujudkan Kota Pekalongan yang Berkemajuan” kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat – Ahad, 26 – 28 April 2019 bertempat di SMK Muhammadiyah Pekalongan.

Pembukaan Musyda yang dibuka oleh Bapak Muadi mewakili Walikota Pekalongan selaku Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Pekalongan, Musyawarah Daerah kali ini hadiri oleh 7 tamu undangan dan 50 Peserta dari masing-masing ranting dan cabang IPM yang ada di Kota Pekalongan. Turut hadir juga IPMawan Zaenudin Qomari dari PW IPM Jawa Tengah.

Kegiatan yang berjalan selama 3 hari ini menghasilkan keputusan untuk tabuk kepemimpinan periode 2019-2021 yaitu IPMawan Danari selaku Ketua Umum PD IPM Kota Pekalongan dan IPMawan Ahmad Usamah selaku Sekretaris Umum PD IPM Kota Pekalongan.

“semoga periode selanjutnya bisa berjalan lebih baik dalam mengemban amanah walaupun perjalanannya penuh rintangan dan tantangan” tutur IPMawan Tri Bagus Prasetyo selaku Ketua Umum PD IPM Kota Pekalongan periode 2017-2019.

Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini para kader manjadi lebih paham lagi apa fungsi organisasi dan bagaimana proses berjalannya suatu organisasi dari awal hingga akhir kepemimpinan, tuturnya. (Riskia Asri Yani)

Taruna Melati 1: Menciptakan kader yang kritis dalam beragumentasi dan intelektual dalam berfikir

Taruna Melati 1: Menciptakan kader yang kritis dalam beragumentasi dan intelektual dalam berfikir

ipmjateng.or.id, Purbalingga – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga menyelenggaran Taruna Melati I Tingkat SMP / MTs Muhammadiyah Se-Kabupaten Purbalingga dimulai pada hari Kamis-Ahad, 18-21 April 2019.

Dalam meningkatan rekruitment kader, PD IPM Purbalingga menyelenggarakan Taruna Melati 1 Gabungan SMP / MTs Se Purbalingga pada Kamis – Ahad, 18 – 21 April 2019 di MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga di Kutasari, Purbalingga.

Metode Taruna Melati 1 Kali ini berbeda dengan biasanya yang biasanya menggunakan metode Paedagogis (Pendidikan anak – anak) melainkan Andragogis (Pendidikan Dewasa), sehingga menumbuhkan kader yang berfikir kritis, logis dan menanggapi sesuatu dengan dewasa.

“Harapan TM I kali ini dapat menciptakan kader yang kritis dalam beragumentasi dan intelektual dalam berfikir”, ujar Mochammad Ibnu Falaah Ketua Umum PD IPM Purbalingga. (Riko Adi Vidiantoro)

Madrasah Advokasi: Menumbuhkan Kemandirian Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes

Madrasah Advokasi: Menumbuhkan Kemandirian Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes

ipmjateng.or.id ,Brebes – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes mengadakan Madrasah Advokasi yang diadakan pada tanggal 19-21 April 2019 di SMK Muhammadiyah Bumiayu. Dalam pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini, dikuti sebanyak 11 peserta yang berasal dari pimpinan cabang dan ranting se-Kabupaten Brebes.

Dengan tema “Menumbuhkan Kemandirian Pelajar Melalui Gerakan Nyata Advokasi” harapannya adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Brebes dapat memahami gerakan advokasi dan dapat mempraktekan secara langsung metode penanganan advokasi yang dipelajari selama mengikuti kegiatan.

Madrasah advokasi ini juga diharap sebagai ajang untuk mendalami bidang advokasi yang saat ini kurang di mengerti di tingkatan bawah kalangan pelajar khususnya pelajar Muhammadiyah .

Banyak sekali kasus penyimpangan yang masif dikalangan pelajar, yangg sebenarnya adalah persoalan klasik seperti merokok, membolos, dan bullying.
Ketua Bidang Advokasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes juga menyampaikan pentingnya pelajar mandiri dan mengetahui advokasi itu sendiri.
‘‘Agar terciptanya kemandirian pelajar yg dapat memahami situasi dan keadaan sosial serta lingkungan ekologinya maka, para kader perlu dilatih juga di didik. Maka melalui madrasah advokasi ini saya berharap agen-agen advokasi IPM Brebes dapat berjuang Amar ma’ruf nahi mungkar’’ ujar Kabid Advokasi Ipmawati Isnaeni Rabbani.

Materi-materi yg disampaikan diharapkan dapat menyerap dan menjadi refleksi bersama agar pelajar pada umumnya serta pelajar Muhammadiyah pada khususnya tidak mudah tertindas oleh aturan yg tidak Pro-pelajar, dan juga menciptakan pelajar bernalar kritis terhadap permasalahan yang dihadapi pelajar era sekarang ini. (Isnaeni)

Pelantikan PW IPM Jawa Tengah dihadiri berbagai Tokoh.

ipmjateng.or.id, Semarang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah periode 2019-2021 resmi dilantik, Minggu (14/4/2019).
Serah terima jabatan oleh Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah periode 2017-2019, Muhammad Basyirudin kepada Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah periode 2019-2021, Muhammad Nurul Huda. Dalam acara tersebut turut mengundang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah beserta ortomnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan Pimpinan Pusat (PP) IPM, KNPI Jawa Tengah, IPNU Jawa Tengah, PII Jawa tengah, Koorinator alumni IPM Jawa Tengah, serta kader IPM se-Jawa Tengah turut meramaikan prosesi pelantikan yang bertempat di Aula Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Dalam sambutannya Ahmad Basyirudin juga menyampaikan harapannya terhadap PW IPM Jawa Tengah periode 2019-2021 “Harapan untuk PW IPM Jateng kedepan adalah lebih bisa mengakar dalam gerakan. Sebagai bentuk karya nyata yang bisa menjangkau seluruh pelajar baik di Jawa Tengah maupaun Nasional”, tuturnya.

Pidato iftitah Ketua Umum PW IPM periode 2019-2021, Muhammad Nurul Huda menyampaikan tentang arah gerakan dari PW IPM pada periodenya.
“Seperti halnya periode Ahmad Basyirudin yang memiliki ciri khas dengan Gerakan Literasi Berdikari, maka PW IPM jawa Tengah juga akan melanjutkannya dan mengembangkannya lebih baik lagi”.
Visi: Pelajar Berilmu dan Berkeadaban Menuju Pelajar Jawa Tengah Berkemajuan.
Melalui 3 misi:

  1. Perkaderan
    yaitu dengan memasifkan perkaderan, PW IPM Jawa Tengah merupakan salah satu PW IPM terbesar di Indonesia, secara kuantitas kita banyak, akan tetapi perkaderan di Jawa Tengah belum merata, pemerataan perkaderan menjadi salah satu konsen PW IPM periode ini.
    Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, tentu IPM diharapkan untuk melakukan perkaderan sebanyak mungkin, agar ketika telah purna di IPM nanti dapat melanjutkan perkaderan ditingkat diatasnya lagi, sehingga tidak ada istilah bahwa Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah kekurangan kader, karena telah diisi oleh kader-kader IPM.
  2. Keislaman
    Melalui penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, serta menggembirakan agenda dakwah pelajar dengan berbagai inovasi. Sehingga simpatisan atau kader IPM bergembira karena di IPM tercerahkandgn wawasan keislaman-kemuhammadiyahan dan bergembira karena senantiasa beramal di IPM.
  3. Keilmuan
    Dengan menghidupkan forum dialektika sebagai wujud dari pencerdasan, pencerahan, dan sekaligus memajukan pelajar-pelajar jawa tengah.

Selain pidato iftitah ataupun pidato wada yang disampaikan dari Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah yang baru ataupun Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah yang lama, ada beberapa sambutan yang disampaikan, diantaranya perwakilan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Bakespol Jawa Tengah, PWM Jawa Tengah, Ketua Umum PP IPM. Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), keynote speech seminar kepemudaan Jawa Tengah. (ind/dinul)