Dialog dan Sosialisasi bersama Kesbangpol Prov Jawa Tengah

Dialog dan Sosialisasi bersama Kesbangpol Prov Jawa Tengah

ipmjateng.or.id, Magelang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Provinsi Jawa Tengah kerjasama Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah dan beberapa Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) sekolah se-Kota Magelang. Dalam kegiatan Dialog dan Sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Pengadar Gelap Narkotika pada Selasa, (9/7) di Hotel Safira Kota Magelang.

Diundangnya PW IPM Jawa Tengah dan perwakilan Pelajar Muhammadiyah se-Kota Magelang dalam Dialog dan Sosialisasi tersebut merupakan bentuk kerjasama antara KESBANGPOL dan PW IPM Jawa Tengah dalam rangka mengurangi angka penyalahgunaan NARKOBA di Jawa Tengah, khusunya bagi pelajar sendiri.

Dalam acara dialog dan sosialisasi tersebut ada tiga inti materi yang dibahas, yaitu Tentang Fakta dan Realita Terhadap Penindakan Penyalahgunaan Peredaran Gelap NARKOBA dalam Penguatan P4GN di Jawa Tengah oleh Direktur Resese NARKOBA POLDA Jawa Tengah. Kedua, Generasi Muda yang Bebas dan Bersih dari NARKOBA oleh Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang. Dan yang terakhir tentang Mewujudkan Generasi Muda yang Berakhlak, Berprestasi, dan Berkarakter Positif Tanpa NARKOBA oleh relawan Mitra P4GN Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, bapak Siswadi Suryanto, S.H, M. Hum selaku Ketua Bidang Ketahanan Bangsa Badan KESBANGPOL Pemprov Jawa Tengah “Jawa Tengah saat ini darurat narkoba, selain itu narkoba sendiri banyak menyerang kalangan pelajar. Maka dari itu KESBANGPOL berkerjasama dengan IPM Jawa Tengah untuk membantu kita dalam mengurangi narkoba, mudah-mudahan dengan acara ini bisa melahirkan para Duta Anti Narkoba di kalangan pelajar khususnya pelajar Muhammadiyah,” *(rohman)

Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup PWA Jawa Tengah Adakan Jambore

Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup PWA Jawa Tengah Adakan Jambore

ipmjateng.or.id, Karanganyar – Pimpinan Wilayah ‘Aisiyah (PWA) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Jambore Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) yang bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Jawa Tengah Tangguh Bencana”, acara ini bertempat di Bumi Perkemahan Tawangmangu (Camp Ground – Tawangmangu Camp Resort) Kabupaten Karanganyar pada hari Jumat ,(5/7) sampai hari Ahad, (7/7).

Kegiatan ini diikuti oleh 625 peserta yang terdiri dari perwakilan dari setiap Pimpinan Daerah ‘Aisiyah (PDA), LLHPB, Dikdasmen, Majelis Kesejahteraan Sosial, Lembaga Kebudayaan, Muhammaduyah Disaster Management Center (MDMC) putri, Nasyiatul Aisiyah (NA), Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan putri, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) putri, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) putri, dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TPSM) putri se- Jawa Tengah serta di ikuti oleh 2 tamu dari luar yaitu PWA dari Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jambore ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana, khususnya bagi para perempuan yang merupakan anggota aktif organisasi ‘Aisyiah, Majelis, dan Lembaga ‘Aisyiah.

Kegiatan Jambore tersebut merupakan jambore pertama kali di Indonesia yang pesertanya terdiri dari perempuan semua, menariknya dari kegiatan ini adalah peserta dilatih untuk diet kantong plastik dimana setiap peserta harus mengurangi penggunaan kantong plastik dalam segala aspek, selain itu kegiatan ini juga di meriahkan oleh beberapa lomba dan workshop yang diisi oleh para tokoh yang sudah berkompeten.

Bencana di Indonesia salah satu penyebabnya yaitu plastik, oleh karena itu kita harus mengurangi pengguanaan plastik, sehingga pada jambore ini mengangkat jargon “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Jaga Kita, ‘Aisyiah siap untuk selamat”, dari slogan tersebut memiliki makna bahwa dari kegiatan tersebut di harapkan bagi peserta setelah mengikuti jambore memiliki kemampuan menemukan permasalahan lingkungan hidup di sekitarnya, menemukan resiko bencana, dan menyusun serta menyepakati risiko rencana pengelolaan lingkungan hidup dengan mengurangi risiko bencana di komunitasnya.

“Kita memang menggandeng ortom karena ini salah satunya adalah memiliki latar belakang One Muhammadiyah One Respon (OMOR), jadi ketika ada kegiatan kebencanaan kita semua harus berperan, maka kami LLHPB karena lembaga yang baru empat tahun berdiri kita memberi fondasi bagi seluruh ortom khususnya putri untuk bisa bersama sepaham bahwa dalam Muhammadiyah di saat respon itu cuma satu, jadi di lapangan tidak berpencar-pencar IPM sendiri, ‘Aisyiah sendiri tapi kita adalah satu, oleh karena itu harapan kami IPM dan IMM adalah generasi muda yang sepaham sejak awal tentang lingkungan dan kebencanaan, maka dari ilmu yang kita berikan dapat memberikan kontribusi,” jelas Ibu Lilik selaku ketua LLHPB. *(dinul/agustina)

RAKERWIL IPM JATENG: Kesbangpol Berharap IPM Bisa Bekerja Sama Mengurangi Penggunaan NARKOBA di Kalangan Pelajar

RAKERWIL IPM JATENG: Kesbangpol Berharap IPM Bisa Bekerja Sama Mengurangi Penggunaan NARKOBA di Kalangan Pelajar

ipmjateng.or.id, Surakarta – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah periode 2019-2021 dilakasanakan pada Jumat (28/6) – Minggu (30/6) di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Pembukaan Rakerwil PW IPM Jawa Tengah periode 2019-2021 berlangsung ramai di Balai Dakwah Muhammadiyah Kota Surakarta pada Sabtu, (29/6). Prosesi pembukaan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, perwakilan GubernurJawa Tengah, dan perwakilan Pimpinan Pusat (PP) IPM, Pimpinan Daerah Muhanmmadiyah Kota Surakarta beserta oromnya, PC IPNU dan IPPNU Kota Surakarta, serta peserta Rakerwil yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajara Muhammadiyah (PD IPM) se Iawa Tengah.

Rangkaian kegiatan dari Pembukaan, Pembacaan kalam illahi, Menyanyikan lagu (Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, Mars IPM), laporan ketua panitia, Sambutan-sambutan, dan penutup. Sambutan-sambutan antara lain, Ketua Umum PW IPM Jateng, PP IPM, PWM, serta perwakilan gubernur Jawa Tengah, Bapak Siswadi Suryanto, S.H, M.Hum Selaku Kabid. Ketahanan Bangsa Badan KESBANGPOL Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Jawa Tengah berada dalam situasi darurat narkoba yang sudah merambah ke segala penjuru. Dari situ kami sangat berharap bahwasannya IPM bisa bekerja sama untuk mengurangi angka tingginya penggunaan narkoba di Jawa Tengah, khususnya di ranah pelajar,” jelas Bapak Siswadi Suryanto, S.H, M.Hum selaku Kabid. Ketahanan Bangsa Badan KESBANGPOL Jawa Tengah. *(ind/roh)

POLDA Jateng: Radikalisme merupakan paham yang menjadi musuh besar sebuah Bangsa

POLDA Jateng: Radikalisme merupakan paham yang menjadi musuh besar sebuah Bangsa

ipmjateng.or.id, Surakarta – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah periode 2019-2021 dilakasanakan pada Jumat (28/6) – Minggu (30/6) di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Pembukaan Rakerwil PW IPM Jawa Tengah periode 2019 – 2021 berlangsung ramai di Balai Dakwah Muhammadiyah Kota Surakarta pada Sabtu, (29/6). Prosesi pembukaan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Pimpinan Pusat (PP) IPM, Pimpinan Daerah Muhanmmadiyah Kota Surakarta beserta ortom, PC IPNU dan IPPNU Kota Surakarta, serta peserta Rakerwil yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajara Muhammadiyah (PD IPM ) se-Jawa Tengah.

Setelah Pembukaan Rakerwil selesai, dilanjutkan dengan seminar kebangsaan yang bertemakan “Pendidikan Anti Radikalisme dan Darul Ahdi Wa Syahadah Ciptakan Generasi Pelajar Berkeadaban” yang diisi oleh POLDA Jawa Tengah, Bapak AKBP Drs. Muhammad Toha, MM dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Radikalisme merupakan paham yang menjadi musuh besar sebuah bangsa, dimana radikalisme menjadi ancam keutuhan dan kesatuan sebuah negara. Radikalisme tersbut di tandai dengan 4 hal yaitu tidak toleran, bersikap revolusioner, fanatik, dan bersifat tertutup serta berusaha berbeda dengan kebiasaan banyak orang. Bisa kita lihat sudah banyak sekali tindakan Radikalisme di ngeri ini seperti Pengeboman 3 Gereja di Surabaya, Teror Mako Brimob di Depok Jawa Barat, dan masih banyak lagi. Dari hal tersebut maka perlu sekali tindakan-tindakan preventif untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme. Dari situ pendidikan anti radikalisme bisa menjadi alternatif,” jelas AKBP Drs. Muhammad Toha, MM dalam seminar. *(ind/roh)

IPNU Kota Surakarta Apresiasi Ketepatan Waktu IPM

ipmjateng.or.id, Surakarta – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), yang bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta pada hari Jumat, (28/6) sampai hari Ahad, (30/6).

Rakerwil merupakan sosialisasi arah kebijakan program dan visi misi PW IPM periode 2019/2021 dengan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) se- Jawa Tengah. Acara tersebut di buka pada hari Sabtu, (29/6) yang di hadiri oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Provinsi Jawa Tengah, Kepolisian Daerah (POLDA) Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah beserta Ortom, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta beserta Ortom, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (PC IPNU), dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (PC IPPNU).

Salah satu tamu undangan di atas yaitu IPNU yang merupakan organisasi Pelajar di bawah naungan Nahdhatul Ulama (NU) memberikan kesan dan pesan kepada kegiatan Rakerwil IPM, beliau menuturkan bahwa “kesan kami dalam mengikuti Rakerwil IPM yaitu luar biasa acaranya, meriah, dan yang paling saya suka mereka sangat tepat waktu, selain itu kami juga memiliki harapan untuk IPM kedepan semoga bisa menghasilkan program yang berkenan dengan NKRI, Kepelajaran, dan radikalisme seperti yang telah di sampaikan tadi,” jelas Fais selaku Ketua Umum PC IPNU Kota Surakarta. *(din/roh)