Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; force_gzip has a deprecated constructor in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/plugins/force-gzip/force-gzip.php on line 51
Berita
Warning: A non-numeric value encountered in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/themes/Divi/functions.php on line 5837
Awas! Ada “KUTU” di Musywil IPM Jateng

Awas! Ada “KUTU” di Musywil IPM Jateng

ipmjateng.or.id,Tegal – “Kutu”. Itulah pementasan Teater persembahan Study Theater Muhammadiyah (STM) Kabupaten Tegal bersama seniman Tegal ternama, Apas Khafasyi. STM ikut memeriahkan Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) 2019 di Komplek pendidikan Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis, (28/2/2019).

STM berada di bawah Naungan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Bedug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.

Lukman Hajir Selaku Ketua PRPM Bedug menuturkan, Perlu STM Kabupaten Tegal sudah pernah tampil di berbagai even, mulai tingkat ranting, daerah, hingga pusat saat milad Pemuda Muhammadiyah beberapa tahun terakhir ini.

Pementasan teater “Kutu” di Musywil IPM Jateng 2019.

Ketua STM Nurabidin menjelaskan, pesan yang disampaikan melalui teater ini tentang kritik terhadap pemerintah, tentang keegoisan pemerintah dalam menghadapi permasalahan, baik negara maupun rakyatnya yang seolah hanya bersembunyi seperti kutu.

“”Kutu” itu pintar bersembunyi, pintar berkelit di antara hitamnya rambut, pintar memghindar layaknya para wakil rakyat kita,” ungkap Nurabidin.

Dia berharap penampilan STM dapat menggugah para kader IPM Jateng untuk ikut andil dalam membangun bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah, penampilan STM sangat diapresiasi oleh kader IPM Jateng yang tengah memeriahkan acara Musyawarah Wilayah IPM Jateng,” pungkasnya.

Reporter : Riza A. Novanto
Editor : M. Arif

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

ipmjateng.or.idTegal – Di sela-sela Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah selenggarakan juga seminar kebangsaan dengan tema “Pelajar Sebagai Kader Bangsa”. Seminar dilaksanakan di Pendopo Amangkurat Komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Salah satu pembicara Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto Anjar Nugroho memaparkan, pelajar harus memiliki intelegensi. Maksud dari intelegensi disini ialah memiliki integritas yang tinggi”.

Ciri-ciri pelajar yang memiliki intelegensi menurut Anjar ada tiga.Pertama, Cerdas. Hal ini menandakan bahwa pelajar harus selalu mempunyai ide baru, gagasan baru. Jika ada perubahan yang cepat maka cepat pula menyesuaikan diri.

“Perubahan yang dimaksud ialah perubahan dari era satu ke era selanjutnya,” tandasnya.

Kedua, pelajar harus politis. Maksudnya dari politis disini bukan politikus. Namun yang dimaksud dari politis disini ialah bisa memanfaatkan situasi untuk kebaikan, sebagai lawan dari politis yakni “Lugu”.

“Maka IPM jangan menjadi Lugu sebab, nantinya akan dapat dengan mudahnya diperalat hal ini karena politis itu penting agar bisa survive,” terang Anjar.

Ketiga, memiliki mental perubahan. Sikap mental yang harus ada pada setiap insan ialah harus menjadi orang yang siap untuk berubah. Maka Pelajar Muhammadiyah jangan cepat merasa puas di IPM, sebab jenjang perkaderan di Muhy Terus berlanjut. Bisa ke IMM, Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah.

“Harapannya Kader IPM terus berkiprah di Muhammadiyah,”. pungkasnya. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Tim Hadroh MTs Muhri Bangga Bisa Tampil di Musywil IPM Jawa Tengah

Tim Hadroh MTs Muhri Bangga Bisa Tampil di Musywil IPM Jawa Tengah

ipmjateng.or.idTegal – Dalam agenda panggung kreatif Musywil IPM Jateng yang berlangsung Kamis malam (28/2/2019) malam, Hadroh dari MTs Muhammadiyah Dukuhturi (Muhri) tampil menghibur peserta Musywil.

Pembimbing Hadroh Wahyudi mengungkapkan, tim Hadroh MTs Muhri ini tergolong baru. “Ya, Hadroh MTs Muhri tampil perdana di panggung kreatif Musywil IPM Jateng,” tuturnya.

Wahyudi mengtakan, Hadroh di MTs Muhri merupakan ekstrakurikuler baru. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa karena diberikan kesempatan untuk tampil perdana di Musywil yang dihadiri oleh kader IPM se-Jawa Tengah.

“Semoga kedepannya Hadroh MTs Muhri dapat memunculkan inovasi baru dalam rangka meningkatkan kualitas tampilan diatas panggung,” imbuhnya.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

ipmjateng.or.idTegal – Dalam Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah, Ketua Umum IPM Ahmad Basyirudin mengungkapkan, kader IPM Jawah Tengah terbang kedua se-Indonesia.

Oleh karena itu, Ahmad Basyirudin menekankan agar Musywil IPM bisa dijadikan ajang konsolidasi, transformasi, agenda akbar untuk membahas isu-isu strategis dan menghasilkan karya nyata.

“Dengan banyaknya jumlah kader IPM di Jateng ini akan mempermudah pergerakan IPM di Jateng,” tuturnya.

Dengan banyaknya kader ini, Basyir melanjutkan, IPM Jateng ibarat sebuah kapal besar dan yang harus segera berlabuh menguji jalan yang lebih terjang dan melewati ombak yang sangat besar.

“Kami sangat berharap kedepannya IPM Jateng bisa lebih baik dari apa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum PP IPM Hafidz Syafaaturrahman menegaskan, IPM Jateng bisa berperan lebih. PW IPM Jateng besar karena adanya peran dari Pimpinan Daerah. Maka harapannya IPM Jateng ada terus mengoptimalkan gerakan yang sudah ada sehingga ada kontinuitas.

“Tantangan IPM kedepan akan lebih berat, maka IPM harus bisa menciptakan suasana yang bisa menjadi teladan, bisa memberikan kontribusi dan menawarkan Gagasan-gagasan baru, kami tuny gagasan baru itu,” tuturnya.

Open Ceremony Musywil IPM Jawa Tengah berlangsung Jumat (1/3/2019). Dihadiri Ketua PP IPM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng beserta Ortomnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal beserta Ortomnya, serta Bupati Tegal Hj.Umi Azizah, Kapolres Tegal, Serta seluruh Kader IPM Se-Jateng. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

ipmjateng.or.id, Tegal – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Wahyudi mengingatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) agar tidak golpot dalam Pemilihan Umum 2019.

Hal ini disampaikan Wahyudi saat Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM di komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

“Kader IPM didominasi oleh generasi muda milenial, dan tergolong dalam pemilih pemula dalam ajang pemilu 2019. Maka IPM harus bisa mempengaruhi sesama generasi milenial untuk ikut andil dalam pemilu sehingga tidak golput,” ujar Wahyudi.

Selanjutnya, Wahyudi mengatakan, IPM diikat oleh ajaran-ajaran Islam ajaran Muhammadiyah. IPM diharapkan memiliki kecerdasan dan Akhlakul Karimah. “Cerdas itu identik dengan radikal. Ya, IPM itu radikal dalam konteks filsafat dalam rangka untuk mencari ilmu, sebab mencari suatu kecerdasan butuh proses berfikir yang mendasar dan mengakar,” tandasnya.

Dengan analisis, lanjut Wahyudi, maka pelajar akan menjadi kritis. Kalau semua anggota IPM terbiasa berfikir kritis maka tidak akan termakan hoax.

“Di Musywil ini diharapkan dapat mengevaluasi sehingga nantinya lahir pemimpin yang tangguh, sebab sebuah evaluasi akan mendatangkan seorang pemimpin yang tangguh. Bagaimana mempertimbangkan sesuatu untuk membuat suatu keputusan,” tuturnya.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Mewakili Polda Jawa Tengah Alfian menyamapaikan isu-isu terkait dengan pemuda jaman sekarang kepada pelajar Muhamadiyah.

Pesan itu disampaikan Alfian saat mengisi seminar rangkaian Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Menurut Alfian, generasi muda saat ini memiliki lima isu utama. Pertama, isu pandangan Aqil Baligh. Dalam isu ini membutuhkan proses perhatian dan pendalaman materi Agama yang lebih sebab kondisi saat ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Contohnya yakni dengan adanya paham radikalisme. Dengan dibungkus oleh berbagai macam cara di tempat-tempat umum bahkan terkadang dibungkus dengan pendidikan agama,” katanya.

Kedua, isu ideologi dan sasaran politik. Plajar merupakan pemilih pemula, maka ini bisa menjadi sasaran empuk bagi si penyebar berita hoax. “Dengan mudahnya pelajar menjadi sasaran politik,” terang Alfian.

Ketiga, isu tentang nilai-nilai sosial. Dalam isu sosial ini pelajar harus tahu betul aturan-aturan sosial, norma yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjebak dalam norma-norma yang menyimpang.

Keempat, isu pekerjaan. Alfian meyakini bahwa ketika para pelajar sudah lulus dari SMK selanjutnya akan bekerja atau melanjutkan kuliah. “Maka dalam isu pekerjaan ini sangat mudah digunakan untuk sasaran empuk berita hoax,” tandasnya.

Kelima, isu gagap hidup teknologi dan internet. Penggunaan teknologi dan internet perlu waspadai, disikapi dan dipergunakan dengan baik. Sebab, pesan yang disampaikan bersifat bebas siapapun dapat membuat dan menyebarkannya. Hal ini tidak bisa dihindari.

“Pemerintah hanya bisa mengendalikan informasi yang sudah tersebar namun belum mampu untuk mengawasi,” imbuhnya.

Alfian melanjutkan, ciri hoax berisi tentang kecemasan, kebencian, dan tidak terverifikasi serta selalu berlebih-lebihan dalam memberitakan.

“Semoga IPM menjadi generasi cerdas dalam menyikapi berita hoax,” tutup Alfian.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif