Pakai Sistem e-Voting, Ini Daftar Calon Formatur PW IPM Jateng

Pakai Sistem e-Voting, Ini Daftar Calon Formatur PW IPM Jateng

ipmjateng.or.id Tegal – Pemilihan Formatur Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Jawa Tengah di SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kamis (29/2/2019) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya pemilihan calon formatur.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Fajar Mustofa menuturkan, penetapan calon formatur telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari administrasi hingga kelengkapan berkas lainnya.

“Calon Formatur ditetapkan di sidang pleno 3, yakni laporan Panlih dan Penetapan Calon Formatur,” katanya.

Tim Panlih berasal dari unsur Pimpinan Wilayah dan Daerah berjumlah 5 orang yang ditetapkan pada saat Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpimwil) pada akhir tahun 2018 yang lalu.

Berikut ini daftar calon formatur PW IPM Jateng:

1. Arif Nur Faudin = PW IPM
2. Moch. Zainuddin Qomari = PW IPM
3. Tursiti = PW IPM
4. M. Nurul Huda = PW IPM
5. Moch. Ibnu Falah = PD IPM Purbalingga
6. Merlinda Krisdiyanti = PD IPM Brebes
7. Ivan Nur Rahman = PD IPM Jepara
8. Lail Usro Yusro = PD IPM Kudus
9. Yusuf Rohmat Yanuari = PD IPM Sukoharjo
10. Moh. Taufik Hasan = PD IPM Kota Surakarta
11. Ganis Khoirun Nisa = PD IPM Temanggung
12. Ahmad Yaki Almunna = PD IPM Temanggung
13. Rizky Dyani Purwaningtyas = PD IPM Banyumas
14. M. Sofiyudin = PD IPM Kab. Tegal
15. Fatekhah Herlyana Elsasari = PD IPM Pati
16. Tri Bagus Prasetyo = PD IPM Kota Pekalongan
17. Slamet Puji Widianto = PD IPM Wonosobo
18. Eka Faridah Wahyuningtyas = PD IPM Kab. Magelang
19. Marina Melani = PD IPM Kab. Magelang
20. Ainur Rosyid Adzikri = PD IPM Kab. Pemalang
21. Agus Saepudin = PD IPM Cilacap

Adapun proses pelaksanaannya nanti dengan menggunakan sistem e-voting dengan jumlah pemilih sebanyak 549 kader IPM se-Jawa Tengah. Dengan e-voting diharapkan bisa menjadi lebih efektif dan efesien serta dapat mewakili pemilih dari masing-masing daerah. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Musywil IPM Digelar Besok, Ini Harapan Erlan IPM Boyolali

Musywil IPM Digelar Besok, Ini Harapan Erlan IPM Boyolali

ipmjateng.or.id,Tegal – Musyawarah Wilayah XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah akan di gelar di kompleks SMP/SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Jumat-Minggu (29-1/3/2019). Sebanyak 549 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Reporter tabloidcermin.com berkesempatan wawancara dengan salah satu peserta Erlan Dwi Cahyo, pelajar kelas XII IPA Ponpes Muhammadiyah Manafiul Ulum Sambi Boyolali. Erlan menyampaikan beberapa hal terkait Musywul IPM tahun ini.

“Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus menjadi pelajar yang sesungguhnya dan bisa mengamalkan keilmuanya sesuai tujuan IPM yaitu terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” katanya.

Ketua KDI IPM Boyolali ini menyadari, pelajar Muhammadiyah harus giat berdakwah melalui media bisa media sosial atau secara lisan . Baginya, sudah saatnya pelajar Muhammadiyah kembali kepada Al-Quran dan As-Sunah.

Menurut Erlan, model dakwah yang harus di terapkan di zaman melenial ini ialah bisa mengemas dakwah yang kreatif.

“Di era modern saat ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah jawa Tengah dihadapkan pada sebuah era percepatan informasi dan perubahan yang membuat IPM jateng harus mampu untuk mengikuti arus perubahan yang kuat sehingga di perlukan sebuah gerakan aksi karya nyata dengan ilmu,” jelas Erlan.

“Mari kita konsistensikan Pelajar Muhammadiyah melalui gerakan optimalisasi gerakan keilmuan, mendorong karya yyata menuju pelajar Jawa Tengah berkemajuan,” sambungnya.

Erlan berharap, Musywil XXIII IPM Jawa Tengah dapat menghasilkan keputusan yang bijak dan bisa dijadikan acuan untuk langkah gerakan di akar Rumput IPM , di Jenjang PD IPM, PC IPM dan PR IPM. []

Reporter : Hendra Apriyadi
Editor : M. Arif

Awas! Ada “KUTU” di Musywil IPM Jateng

Awas! Ada “KUTU” di Musywil IPM Jateng

ipmjateng.or.id,Tegal – “Kutu”. Itulah pementasan Teater persembahan Study Theater Muhammadiyah (STM) Kabupaten Tegal bersama seniman Tegal ternama, Apas Khafasyi. STM ikut memeriahkan Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) 2019 di Komplek pendidikan Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis, (28/2/2019).

STM berada di bawah Naungan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Bedug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.

Lukman Hajir Selaku Ketua PRPM Bedug menuturkan, Perlu STM Kabupaten Tegal sudah pernah tampil di berbagai even, mulai tingkat ranting, daerah, hingga pusat saat milad Pemuda Muhammadiyah beberapa tahun terakhir ini.

Pementasan teater “Kutu” di Musywil IPM Jateng 2019.

Ketua STM Nurabidin menjelaskan, pesan yang disampaikan melalui teater ini tentang kritik terhadap pemerintah, tentang keegoisan pemerintah dalam menghadapi permasalahan, baik negara maupun rakyatnya yang seolah hanya bersembunyi seperti kutu.

“”Kutu” itu pintar bersembunyi, pintar berkelit di antara hitamnya rambut, pintar memghindar layaknya para wakil rakyat kita,” ungkap Nurabidin.

Dia berharap penampilan STM dapat menggugah para kader IPM Jateng untuk ikut andil dalam membangun bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah, penampilan STM sangat diapresiasi oleh kader IPM Jateng yang tengah memeriahkan acara Musyawarah Wilayah IPM Jateng,” pungkasnya.

Reporter : Riza A. Novanto
Editor : M. Arif

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

ipmjateng.or.idTegal – Di sela-sela Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah selenggarakan juga seminar kebangsaan dengan tema “Pelajar Sebagai Kader Bangsa”. Seminar dilaksanakan di Pendopo Amangkurat Komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Salah satu pembicara Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto Anjar Nugroho memaparkan, pelajar harus memiliki intelegensi. Maksud dari intelegensi disini ialah memiliki integritas yang tinggi”.

Ciri-ciri pelajar yang memiliki intelegensi menurut Anjar ada tiga.Pertama, Cerdas. Hal ini menandakan bahwa pelajar harus selalu mempunyai ide baru, gagasan baru. Jika ada perubahan yang cepat maka cepat pula menyesuaikan diri.

“Perubahan yang dimaksud ialah perubahan dari era satu ke era selanjutnya,” tandasnya.

Kedua, pelajar harus politis. Maksudnya dari politis disini bukan politikus. Namun yang dimaksud dari politis disini ialah bisa memanfaatkan situasi untuk kebaikan, sebagai lawan dari politis yakni “Lugu”.

“Maka IPM jangan menjadi Lugu sebab, nantinya akan dapat dengan mudahnya diperalat hal ini karena politis itu penting agar bisa survive,” terang Anjar.

Ketiga, memiliki mental perubahan. Sikap mental yang harus ada pada setiap insan ialah harus menjadi orang yang siap untuk berubah. Maka Pelajar Muhammadiyah jangan cepat merasa puas di IPM, sebab jenjang perkaderan di Muhy Terus berlanjut. Bisa ke IMM, Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah.

“Harapannya Kader IPM terus berkiprah di Muhammadiyah,”. pungkasnya. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Tim Hadroh MTs Muhri Bangga Bisa Tampil di Musywil IPM Jawa Tengah

Tim Hadroh MTs Muhri Bangga Bisa Tampil di Musywil IPM Jawa Tengah

ipmjateng.or.idTegal – Dalam agenda panggung kreatif Musywil IPM Jateng yang berlangsung Kamis malam (28/2/2019) malam, Hadroh dari MTs Muhammadiyah Dukuhturi (Muhri) tampil menghibur peserta Musywil.

Pembimbing Hadroh Wahyudi mengungkapkan, tim Hadroh MTs Muhri ini tergolong baru. “Ya, Hadroh MTs Muhri tampil perdana di panggung kreatif Musywil IPM Jateng,” tuturnya.

Wahyudi mengtakan, Hadroh di MTs Muhri merupakan ekstrakurikuler baru. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa karena diberikan kesempatan untuk tampil perdana di Musywil yang dihadiri oleh kader IPM se-Jawa Tengah.

“Semoga kedepannya Hadroh MTs Muhri dapat memunculkan inovasi baru dalam rangka meningkatkan kualitas tampilan diatas panggung,” imbuhnya.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif