Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

ipmjateng.or.idTegal – Dalam Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah, Ketua Umum IPM Ahmad Basyirudin mengungkapkan, kader IPM Jawah Tengah terbang kedua se-Indonesia.

Oleh karena itu, Ahmad Basyirudin menekankan agar Musywil IPM bisa dijadikan ajang konsolidasi, transformasi, agenda akbar untuk membahas isu-isu strategis dan menghasilkan karya nyata.

“Dengan banyaknya jumlah kader IPM di Jateng ini akan mempermudah pergerakan IPM di Jateng,” tuturnya.

Dengan banyaknya kader ini, Basyir melanjutkan, IPM Jateng ibarat sebuah kapal besar dan yang harus segera berlabuh menguji jalan yang lebih terjang dan melewati ombak yang sangat besar.

“Kami sangat berharap kedepannya IPM Jateng bisa lebih baik dari apa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum PP IPM Hafidz Syafaaturrahman menegaskan, IPM Jateng bisa berperan lebih. PW IPM Jateng besar karena adanya peran dari Pimpinan Daerah. Maka harapannya IPM Jateng ada terus mengoptimalkan gerakan yang sudah ada sehingga ada kontinuitas.

“Tantangan IPM kedepan akan lebih berat, maka IPM harus bisa menciptakan suasana yang bisa menjadi teladan, bisa memberikan kontribusi dan menawarkan Gagasan-gagasan baru, kami tuny gagasan baru itu,” tuturnya.

Open Ceremony Musywil IPM Jawa Tengah berlangsung Jumat (1/3/2019). Dihadiri Ketua PP IPM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng beserta Ortomnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal beserta Ortomnya, serta Bupati Tegal Hj.Umi Azizah, Kapolres Tegal, Serta seluruh Kader IPM Se-Jateng. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

IPM Harus Bisa Mengajak Kadernya Tidak Golput dalam Pemilu

ipmjateng.or.id, Tegal – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Wahyudi mengingatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) agar tidak golpot dalam Pemilihan Umum 2019.

Hal ini disampaikan Wahyudi saat Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM di komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

“Kader IPM didominasi oleh generasi muda milenial, dan tergolong dalam pemilih pemula dalam ajang pemilu 2019. Maka IPM harus bisa mempengaruhi sesama generasi milenial untuk ikut andil dalam pemilu sehingga tidak golput,” ujar Wahyudi.

Selanjutnya, Wahyudi mengatakan, IPM diikat oleh ajaran-ajaran Islam ajaran Muhammadiyah. IPM diharapkan memiliki kecerdasan dan Akhlakul Karimah. “Cerdas itu identik dengan radikal. Ya, IPM itu radikal dalam konteks filsafat dalam rangka untuk mencari ilmu, sebab mencari suatu kecerdasan butuh proses berfikir yang mendasar dan mengakar,” tandasnya.

Dengan analisis, lanjut Wahyudi, maka pelajar akan menjadi kritis. Kalau semua anggota IPM terbiasa berfikir kritis maka tidak akan termakan hoax.

“Di Musywil ini diharapkan dapat mengevaluasi sehingga nantinya lahir pemimpin yang tangguh, sebab sebuah evaluasi akan mendatangkan seorang pemimpin yang tangguh. Bagaimana mempertimbangkan sesuatu untuk membuat suatu keputusan,” tuturnya.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Mewakili Polda Jawa Tengah Alfian menyamapaikan isu-isu terkait dengan pemuda jaman sekarang kepada pelajar Muhamadiyah.

Pesan itu disampaikan Alfian saat mengisi seminar rangkaian Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Menurut Alfian, generasi muda saat ini memiliki lima isu utama. Pertama, isu pandangan Aqil Baligh. Dalam isu ini membutuhkan proses perhatian dan pendalaman materi Agama yang lebih sebab kondisi saat ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Contohnya yakni dengan adanya paham radikalisme. Dengan dibungkus oleh berbagai macam cara di tempat-tempat umum bahkan terkadang dibungkus dengan pendidikan agama,” katanya.

Kedua, isu ideologi dan sasaran politik. Plajar merupakan pemilih pemula, maka ini bisa menjadi sasaran empuk bagi si penyebar berita hoax. “Dengan mudahnya pelajar menjadi sasaran politik,” terang Alfian.

Ketiga, isu tentang nilai-nilai sosial. Dalam isu sosial ini pelajar harus tahu betul aturan-aturan sosial, norma yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjebak dalam norma-norma yang menyimpang.

Keempat, isu pekerjaan. Alfian meyakini bahwa ketika para pelajar sudah lulus dari SMK selanjutnya akan bekerja atau melanjutkan kuliah. “Maka dalam isu pekerjaan ini sangat mudah digunakan untuk sasaran empuk berita hoax,” tandasnya.

Kelima, isu gagap hidup teknologi dan internet. Penggunaan teknologi dan internet perlu waspadai, disikapi dan dipergunakan dengan baik. Sebab, pesan yang disampaikan bersifat bebas siapapun dapat membuat dan menyebarkannya. Hal ini tidak bisa dihindari.

“Pemerintah hanya bisa mengendalikan informasi yang sudah tersebar namun belum mampu untuk mengawasi,” imbuhnya.

Alfian melanjutkan, ciri hoax berisi tentang kecemasan, kebencian, dan tidak terverifikasi serta selalu berlebih-lebihan dalam memberitakan.

“Semoga IPM menjadi generasi cerdas dalam menyikapi berita hoax,” tutup Alfian.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Desain Semalam, Ini Sang Juara Logo Musywil IPM Jateng

Desain Semalam, Ini Sang Juara Logo Musywil IPM Jateng

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Pemenang desain logo Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawha Tengah 2019 bernama Nur Rohman. Dia dari Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Pekalongan.

Berikut ini info grafis terkait Nur Rohman dan prosesnya Desain Logo Musywil IPM Jawa Tengah 2019.

1. Foto di atas adalah hasil desain logo Nur Rohman

2. Inspiransi disesusaikan dari buku panduan ada berapa pilihan yaitu bebek atau poci

3. Poci karena di bentuk angka 23 dannsimbol Kabupaten Tegal.

4. Maknanya ketegasan sama perlindungan menguatkan ukhuwah antar pelajar.

Proses dan Komentar

5. Nur Rohman merasa kesulitan pemilihan warna untuk mengkolaborasikan

6. Dia juga pernah mengikuti logo muktamar tapi gagal.

7. Tertantang untuk mengikuti lomba logo Musywil. 3 kali gagal dan terahir menang.

8. “Kepuasan menang bisa menjadi yang terbaik berupa karya nyata dan membawa nama baik PD IPM Pekalongan.”

9. “Karnyata bagi seorang pelajar bisa mengamalkan ilmu yang didapat di maksimalkan.”

10. Mendesain dalam 1 malam.

4 Pesan Penting Bupati Tegal untuk IPM Jawa Tengah

4 Pesan Penting Bupati Tegal untuk IPM Jawa Tengah

http://ipmjateng.or.id, Slawi – Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Jawa Tengah dibuka langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah. Open Ceremony dilaksanakan di Pendopo Amangkurat, Komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Bupati mengapresiasi langkah nyata IPM Jawa Tengah dalam gerakannya dikalangan Pelajar. Dia meminta Musywil dijadikan sebagai ajang evaluasi agar kedepan IPM bisa lebih maju dan hebat.

“Generasi maju dan hebat mampu mencetak generasi milenial yang berakhlakul Karimah, berbicara baik, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. IPM juga harus mampu menciptakan generasi yang anti hoax, fitnah dan ujaran kebencian,” katanya.

Umi Azizah kemudian menyampaikan empat pesan kepada kader IPM se-Jawa Tengah.

Pertama, IPM harus mampu tanamkan mainset sukses. Yakni harus selalu membuka kisah-kisah sukses dengan belajar dari Rasulullah. Sukses dengan cara berproses sebab Pelajar yang hebat bukan dia yang pernah gagal tetapi ia yang mampu bangkit dalam kegagalan.

Kedua, tanamkan motivasi. Dalam hal ini Kabupaten Tegal sudah mulai berproses dalam menciptakan bos bos muda.

Ketiga, patuhi proses belajar. Menyakini bahwa belajar itu membutuhkan proses, maka jalani proses itu dengan baik.

Keempat, doa yang sungguh-sungguh. Yakni meminta pertolongan kepada Allah SWT.

“Teruslah fokus untuk menyelesaikannya segala hal. Pelajar yang keren ialah mereka yang memiliki karya, bukan yang selalu mencari sensasi. Tetapi pelajar yang keren ialah mereka yang selalu memberikan prestasi. IPM pasti bisa,” pungkasnya.