ipmjateng.or.id, Tegal – Musyawarah Wilayah XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah akan di gelar di kompleks SMP/SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kamis, (28/2) – Ahad, (3/3), sebanyak 549 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Reporter tabloidcermin.com berkesempatan wawancara dengan salah satu peserta Erlan Dwi Cahyo, pelajar kelas XII IPA Ponpes Muhammadiyah Manafiul Ulum Sambi Boyolali. Erlan menyampaikan beberapa hal terkait Musywul IPM tahun ini.

“Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus menjadi pelajar yang sesungguhnya dan bisa mengamalkan keilmuanya sesuai tujuan IPM yaitu terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” katanya.

Ketua KDI IPM Boyolali ini menyadari, pelajar Muhammadiyah harus giat berdakwah melalui media bisa media sosial atau secara lisan . Baginya, sudah saatnya pelajar Muhammadiyah kembali kepada Al-Quran dan As-Sunah.

Menurut Erlan, model dakwah yang harus di terapkan di zaman melenial ini ialah bisa mengemas dakwah yang kreatif.

“Di era modern saat ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah jawa Tengah dihadapkan pada sebuah era percepatan informasi dan perubahan yang membuat IPM jateng harus mampu untuk mengikuti arus perubahan yang kuat sehingga di perlukan sebuah gerakan aksi karya nyata dengan ilmu,” jelas Erlan.

“Mari kita konsistensikan Pelajar Muhammadiyah melalui gerakan optimalisasi gerakan keilmuan, mendorong karya yyata menuju pelajar Jawa Tengah berkemajuan,” sambungnya.

Erlan berharap, Musywil XXIII IPM Jawa Tengah dapat menghasilkan keputusan yang bijak dan bisa dijadikan acuan untuk langkah gerakan di akar Rumput IPM , di Jenjang PD IPM, PC IPM dan PR IPM.

Reporter : Hendra Apriyadi
Editor : M. Arif