ipmjateng.or.id, Karanganyar – Pimpinan Wilayah ‘Aisiyah (PWA) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Jambore Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) yang bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Jawa Tengah Tangguh Bencana”, acara ini bertempat di Bumi Perkemahan Tawangmangu (Camp Ground – Tawangmangu Camp Resort) Kabupaten Karanganyar pada hari Jumat ,(5/7) sampai hari Ahad, (7/7).

Kegiatan ini diikuti oleh 625 peserta yang terdiri dari perwakilan dari setiap Pimpinan Daerah ‘Aisiyah (PDA), LLHPB, Dikdasmen, Majelis Kesejahteraan Sosial, Lembaga Kebudayaan, Muhammaduyah Disaster Management Center (MDMC) putri, Nasyiatul Aisiyah (NA), Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan putri, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) putri, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) putri, dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TPSM) putri se- Jawa Tengah serta di ikuti oleh 2 tamu dari luar yaitu PWA dari Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jambore ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana, khususnya bagi para perempuan yang merupakan anggota aktif organisasi ‘Aisyiah, Majelis, dan Lembaga ‘Aisyiah.

Kegiatan Jambore tersebut merupakan jambore pertama kali di Indonesia yang pesertanya terdiri dari perempuan semua, menariknya dari kegiatan ini adalah peserta dilatih untuk diet kantong plastik dimana setiap peserta harus mengurangi penggunaan kantong plastik dalam segala aspek, selain itu kegiatan ini juga di meriahkan oleh beberapa lomba dan workshop yang diisi oleh para tokoh yang sudah berkompeten.

Bencana di Indonesia salah satu penyebabnya yaitu plastik, oleh karena itu kita harus mengurangi pengguanaan plastik, sehingga pada jambore ini mengangkat jargon “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Jaga Kita, ‘Aisyiah siap untuk selamat”, dari slogan tersebut memiliki makna bahwa dari kegiatan tersebut di harapkan bagi peserta setelah mengikuti jambore memiliki kemampuan menemukan permasalahan lingkungan hidup di sekitarnya, menemukan resiko bencana, dan menyusun serta menyepakati risiko rencana pengelolaan lingkungan hidup dengan mengurangi risiko bencana di komunitasnya.

“Kita memang menggandeng ortom karena ini salah satunya adalah memiliki latar belakang One Muhammadiyah One Respon (OMOR), jadi ketika ada kegiatan kebencanaan kita semua harus berperan, maka kami LLHPB karena lembaga yang baru empat tahun berdiri kita memberi fondasi bagi seluruh ortom khususnya putri untuk bisa bersama sepaham bahwa dalam Muhammadiyah di saat respon itu cuma satu, jadi di lapangan tidak berpencar-pencar IPM sendiri, ‘Aisyiah sendiri tapi kita adalah satu, oleh karena itu harapan kami IPM dan IMM adalah generasi muda yang sepaham sejak awal tentang lingkungan dan kebencanaan, maka dari ilmu yang kita berikan dapat memberikan kontribusi,” jelas Ibu Lilik selaku ketua LLHPB. *(dinul/agustina)