ipmjateng.or.id, Banjarnegara – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan kegiatan Madrasah Advokasi pada Jumat (5/7) – Sabtu (6/7) di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjarnegara.

Dalam Pelaksanaannya kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA/MA/SMK dan SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Banjarnegara.

Bertemakan “Terwujudnya IPM yang Peduli Sosial”, pada kegatan Madrasah Advokasi tersebut peserta diberikan materi tentang Orientasi, Startegi dan Teknih Advokasi, Managemen Isu, Konflik, Teknik Lobbiying dan Retorika, Alat Analisis Permasalahan, dan Sekolah Aman Bencana. Selain materi, disini peserta diajarkan board game dan simulasi kebencanaan.

Madrasah Advokasi tersebut yang merupakan program kerja dari Bidang Advokasi PD IPM Banjarnegara memiliki output dimana para alumni menjadi agen filantropi di sekolah masing- masing. Dimana agen tersebut diberikan kaleng filantropi yang setiap bulannnya disetorkan kepada PD IPM banjarnegara yang dimana hasilnya akan disalurkan kepada Asrama Pelajar Muhammadiyah (APELMU) yang dikelola oleh PD IPM Banjarnegara sendiri.

“Pada Madrasah Advokasi kali ini ada dua point yang akan disampaikan kepada peserta yaitu Pelajar Peduli Sosial dan tentang Kebencanaan. Dimana bisa kita lihat kasus pelajar sangatlah banyak dan belum bisa secara tuntas teratasi, dengan Madvo ini harapannya teman-teman bisa mengambil peran dalam kasus pelajar disekolah kalian masing-masing. Dan tentang Kebencanaan, seperti yang kalian ketahui sendiri dimana Banjarnegara adalah daerah yang rawan akan terjadinya bencana, terutama bencana alam. Setelah pelatihan ini selesai harapannya teman-teman menjadi pelajar yang peduli akan kebencanaan dan bisa mengambil peran baik dari segi pencegahannya, pada saat bencana terjadi, ataupun pasca kebencanaan,” jelas Muhammad Ibnu Mas’ud selaku Ketua Umum PD IPM Banjarnegara. *(indi/roh)