ipmjateng.or.id, Tegal – Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal pada Jumat, (1/3) terlihat sebuah keunikan. Pembukaan yang biasanya hanya dipandu oleh Master of Ceremony (MC), namun dalam acara tersebut ada seorang yang menjadi penerjemah bahasa isyarat. Dia adalah Firman dari PD IPM Banyumas.

Firman mempelajari bahasa isyarat sejak bulan Oktober 2018, ia mempelajari bahasa isyarat termotivasi karena ingin membantu teman tuna rungu dan membuat Indonesia ramah disabilitas.

“Jangan takutlah kepada teman-teman tuna rungu, karena kita sama dengan mereka, mereka juga punya bahasa. Kita hanya berbeda budaya saja”, ujar Firman saat diwawancarai oleh ipmjateng.or.id.

Firman belajar bahasa isyarat awalnya dari youtube kemudian memperdalamnya dengan cara bertemu dengan temanya dia yang tuna rungu di Purwokerto, menurut Firman supaya kita bisa menggunakan bahasa isyarat kita juga harus sering bertemu dengan teman-teman tuna rungu.

*Lembaga Informasi dan Media (LIM) Jawa Tengah