ipmjateng.or.id, Banyumas – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banyumas menyelenggarakan Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) yang bertempat di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Cipete, kecamatan Cilongok pada tanggal 1 – 5 Mei 2019.
Pelatihan dikuti oleh kader IPM dari berbagai daerah yang berjumlah 23 peserta. Tidak hanya dari Pimpinan Cabang IPM se-Banyumas saja, tetapi PKMTM II ini juga diikuti oleh kader dari daerah lain, seperti Tegal, Cilacap, dan Yogyakarta.

“PKMTM II merupakan jenjang perkaderan formal dalam IPM setelah Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM I). Pada jenjang ini tentu saja berbeda dengan PKDTM I dimana peserta diharuskan patuh pada peraturan, sedangkan di PKMTM II ini peserta diberi kesempatan untuk berkembang dengan disertai kesadaran akan tanggung jawab atau konsekuensi dari setiap tindakannya”, Ujar IPMawati Eki selaku Master of Training PKMTM II.

Bertemakan “Menumbuhkan Budaya Dialektika untuk Menciptakan Aktivis IPM yang Berjiwa Intelek”, dengan tema ini diharapkan peserta mulai menumbuhkan kesadaran keilmuan dilingkup pelajar yang dimulai dengan menanamkan budaya dialektika atau diskusi yang berlandaskan pada ilmiah, tuturnya.

“Sempat ada perasaan takut di arena PKMTM II yang banyak agenda diskusinya, karena di pimpinan daerah kami, masih jarang diskusi. Tapi hal ini adalah tantangan saya disini, disisi lain tantangan peserta PKMTM II kali ini adalah No Signal area dan ruang tidur yang pindah-pindah tapi ini berkesan buat kami sampai tidak terasa besok PKMTM II nya sudah selesai”, tutur Erista, peserta PKMTM II asal Tegal.

Salah satu agenda praktik dari PKMTM II ini adalah observasi langsung ke masyarakat sekitar arena PKMTM II yaitu desa Cipete, yang langsung mengaplikasikan metode analisis Appreciative Inquiry (AI) dari salah satu materi PKMTM II kali ini. Peserta tampak antusias dengan semangat mewawancarai masyarakat mengenai kegiatan atau aktivitas keilmuan di desa ini. (RZN)