Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; force_gzip has a deprecated constructor in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/plugins/force-gzip/force-gzip.php on line 51
Polda Jateng Paparkan 5 Isu Rentan bagi Generasi Muda
Warning: A non-numeric value encountered in /home/ipmjaten/public_html/wp-content/themes/Divi/functions.php on line 5837

http://ipmjateng.or.id,Tegal – Mewakili Polda Jawa Tengah Alfian menyamapaikan isu-isu terkait dengan pemuda jaman sekarang kepada pelajar Muhamadiyah.

Pesan itu disampaikan Alfian saat mengisi seminar rangkaian Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Menurut Alfian, generasi muda saat ini memiliki lima isu utama. Pertama, isu pandangan Aqil Baligh. Dalam isu ini membutuhkan proses perhatian dan pendalaman materi Agama yang lebih sebab kondisi saat ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Contohnya yakni dengan adanya paham radikalisme. Dengan dibungkus oleh berbagai macam cara di tempat-tempat umum bahkan terkadang dibungkus dengan pendidikan agama,” katanya.

Kedua, isu ideologi dan sasaran politik. Plajar merupakan pemilih pemula, maka ini bisa menjadi sasaran empuk bagi si penyebar berita hoax. “Dengan mudahnya pelajar menjadi sasaran politik,” terang Alfian.

Ketiga, isu tentang nilai-nilai sosial. Dalam isu sosial ini pelajar harus tahu betul aturan-aturan sosial, norma yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjebak dalam norma-norma yang menyimpang.

Keempat, isu pekerjaan. Alfian meyakini bahwa ketika para pelajar sudah lulus dari SMK selanjutnya akan bekerja atau melanjutkan kuliah. “Maka dalam isu pekerjaan ini sangat mudah digunakan untuk sasaran empuk berita hoax,” tandasnya.

Kelima, isu gagap hidup teknologi dan internet. Penggunaan teknologi dan internet perlu waspadai, disikapi dan dipergunakan dengan baik. Sebab, pesan yang disampaikan bersifat bebas siapapun dapat membuat dan menyebarkannya. Hal ini tidak bisa dihindari.

“Pemerintah hanya bisa mengendalikan informasi yang sudah tersebar namun belum mampu untuk mengawasi,” imbuhnya.

Alfian melanjutkan, ciri hoax berisi tentang kecemasan, kebencian, dan tidak terverifikasi serta selalu berlebih-lebihan dalam memberitakan.

“Semoga IPM menjadi generasi cerdas dalam menyikapi berita hoax,” tutup Alfian.

Reporter : Riza
Editor : M. Arif