ipmjateng.or.id, Surakarta – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah periode 2019-2021 dilakasanakan pada Jumat (28/6) – Minggu (30/6) di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Pembukaan Rakerwil PW IPM Jawa Tengah periode 2019 – 2021 berlangsung ramai di Balai Dakwah Muhammadiyah Kota Surakarta pada Sabtu, (29/6). Prosesi pembukaan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Pimpinan Pusat (PP) IPM, Pimpinan Daerah Muhanmmadiyah Kota Surakarta beserta ortom, PC IPNU dan IPPNU Kota Surakarta, serta peserta Rakerwil yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajara Muhammadiyah (PD IPM ) se-Jawa Tengah.

Setelah Pembukaan Rakerwil selesai, dilanjutkan dengan seminar kebangsaan yang bertemakan “Pendidikan Anti Radikalisme dan Darul Ahdi Wa Syahadah Ciptakan Generasi Pelajar Berkeadaban” yang diisi oleh POLDA Jawa Tengah, Bapak AKBP Drs. Muhammad Toha, MM dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Radikalisme merupakan paham yang menjadi musuh besar sebuah bangsa, dimana radikalisme menjadi ancam keutuhan dan kesatuan sebuah negara. Radikalisme tersbut di tandai dengan 4 hal yaitu tidak toleran, bersikap revolusioner, fanatik, dan bersifat tertutup serta berusaha berbeda dengan kebiasaan banyak orang. Bisa kita lihat sudah banyak sekali tindakan Radikalisme di ngeri ini seperti Pengeboman 3 Gereja di Surabaya, Teror Mako Brimob di Depok Jawa Barat, dan masih banyak lagi. Dari hal tersebut maka perlu sekali tindakan-tindakan preventif untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme. Dari situ pendidikan anti radikalisme bisa menjadi alternatif,” jelas AKBP Drs. Muhammad Toha, MM dalam seminar. *(ind/roh)