MABIT IPM Mayong, Jadi Ajang Hindari Maksiat Tahun Baru

MABIT IPM Mayong, Jadi Ajang Hindari Maksiat Tahun Baru

Jepara – Sore itu mereka mulai berdatangan. Para Ipmawan dan Ipmawan cilik peserta acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang di gelar IPM Mayong Jepara. Dari yang terkecil umur 6 tahun hingga hingga remaja siswa SMK berbaur seru hendak menerima materi dan kegiatan yang akan dijalankan. Amar, ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mayong (IPM Mayong) menjelaskan bahwa MABIT ini jadi acara rutin tiap malam pergantian tahun. “Sengaja kami agendakan acara ini di malam tahun baru, alhamdulillah sudah kali ke 3 sejak tahun 2016” ujarnya.

Foto bersama dengan peserta mabit IPM Mayong

Materi pertama tentang kisah keteladan Nabi Muhammad saw, disampaikan oleh ustadz Faozan. Dirinya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw merupakan contoh terbaik umat manusia “istimewanya Nabi Muhammad, perilakunya tidak hanya sesuai dengan umat zaman dahulu namun juga generasi umat zaman sekarang. Akhlak dan sifatnya cocok untuk diikuti anak-anak zaman Now” terang ustadz yang juga menjadi Ketua PC Muhammadiyah Mayong.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi beramal sejak dini. Peserta diberikan cerita manfaat bersedekah yang luar biasa. “Sedekah tidak hanya dilakukan orang dewasa, kita anak-anak dan remaja harus mulai berlatih sedekah. Dengan sedekah rezeki jadi bertambah dan kemudahan hidup akan diberikan oleh Allah SWT” terang Ustadzah Febri. Tidak membuang kesempatan pemateri yang sekaligus staf eksekutif LAZISMU Mayong memberi sosialisasi program kencleng LAZISMU. Kaleng kecil untuk diisi uang sedekah harian yang selanjutnya di salurkan kepada fakir miskin serta program ta’awun lainnya.Tepat pukul sepuluh malam sesi materi berakhir. Peserta diajak panitia untuk masuk ke ruang tidur yang disediakan. Memang inilah salah satu tujuan panitia, tidak ikut-ikutan melakukan perayaan malam pergantian tahun dengan pesta dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Hari berganti para peserta mengawali hari dengan tahajud, baca Al-Qur’an dan solat subuh berjamaah di Masjid.
Keriuhan mulai terjadi ketika masuk sesi lomba rangking satu. Sesi ini menjadi kesempatan panitia untuk mengecek keragaman peserta dalam menerima materi yang sebelumnya disampaikan. Saling rebut acungan tangan dan sahut-menyahut jawaban membuat ruang kelas riuh ramai. MABIT menjadi ajang upgrade kualitas iman dan taqwa para pelajar Muhammadiyah. Kebiasaan baik ini akan menjadi agenda rutin setiap tanggal 31 Desember hingga 1 Januari oleh pelajar Muhammadiyah Mayong. (Arief)

Tunas Muhammadiyah Bertumbuh di TM2 IPM Jepara

Tunas Muhammadiyah Bertumbuh di TM2 IPM Jepara

Jepara -Tunas harus bertumbuh, menggantikan daun dan ranting yang bersiap gugur menemui taqdir alamiahnya. Begitulah metafora Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Dia laksana tunas muda yang bersiap melanjutkan kepemimpinan masa depan. Dan Pelatihan Kader Taruna Melati, adalah ruang untuk bersemainya tunas itu. Digelar dengan sukses, Pelatihan Kader Taruna Melati 2 (PKTM 2) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Jepara berlangsung dinamis. Acara dilaksanakan 4 hari, Kamis – Ahad (27-30/12/18). Dimulai motivasi peserta dibekali fondasi berfikir dengan sudut pandang Agama. Ustadz Nor Wakhid Dalam sambutan pembukaan menyampaikan pentingnya menyiapkan kader-kader handal yang siap melanjutkan estafet perjuangan yang penuh tantangan ini. “Nilai-nilai profetik (kenabian) harus ditanamkan pada diri kader IPM, sehingga mereka menjadi kader mantap Agamanya tetapi juga peka terhadap masalah di lingkungan sekitarnya” jelasnya.

Bertemakan ‘Revitalisasi Kader IPM melalui Nilai-nilai Profetik Wujudkan Pelajar Islam Berkemajuan’. Pelatihan itu diikuti 27 peserta. “Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Jepara, namun ada juga yang berasal dari luar Jepara yaitu Purwodadi” kata Fariz, ketua panitia pelaksana. Kegiatan berlangsung selama 4 hari (27-30/12) di SD Muhammadiyah Blimbingrejo Nalumsari Jepara.

Sementara itu Ivan Nur Rahman Ketua PD IPM Jepara yang sekaligus menjadi Master Of Training (MOT) dalam acara ini memaparkan bahwa TM2 kali ini menjadi ajang mewujudkan kader IPM Jepara yang mampu dan peka terhadap permasalahan pelajar dan bisa mengakomodir kepentingan di ranting atau cabang masing-masing

“Harapannya ada tindak lanjut yaitu peserta cakap menulis gagasan intelektual yang solutif dan akhirnya menjadi penerus kepemimpinan IPM Jepara di periode mendatang” terangnya.

TM2 kali ini merupakan kali pertama PD IPM Jepara mengadakannya secara mandiri. Pada periode sebelumnya kader IPM Jepara mengikutinya diluar Jepara. Acara ini juga menepis anggapan bahwa IPM di Jepara tidak mampu eksis.

“Dahulu tokoh Muhammadiyah di Jepara tidak ikut IPM karena kala itu IPM belum mampu menembus Jepara, malah pelajar Muhammadiyah mengikuti organisasi pelajar bukan IPM”.

ujar mahasiswa UMS ini

“Tokoh Muhammadiyah harus mendukung IPM dengan menganjurkan anak-anaknya untuk menghidupi IPM, bukan malah meninggalkannya dengan mengikuti organisasi pelajar lain, apalagi dengan memanfaatkan aset milik persyarikatan” tambahnya.

Beberapa materi keislaman diajarkan dalam TM2 kali ini, diantaranya Islam Agama tauhid, Islam dan peradaban keilmuan. Untuk pembekalan ideologi Muhammadiyah disampaikan tema materi diantaranya Muhammadiyah gerakan sosial keagamaan, Islam berkemajuan dan gerakan pelajar berkemajuan. Tambahan tema keilmuan ada analisis sosial dan pengantar filsafat. (Arief)