Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng Ramah Disabilitas

Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng Ramah Disabilitas

ipmjateng.or.id,TEGAL – Pembukaan Musywil 23 IPM Jateng di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal (1/3) terlihat sebuah keunikan. Pembukaan yang biasanya hanya dipandu oleh Master of Ceremony (MC), namun dalam acara tersebut ada seorang yang menjadi penerjemah bahasa isyarat. Dia adalah Firman dari PD IPM Banyumas.

Firman mempelajari bahasa isyarat sejak bulan Oktober 2018, ia mempelajari bahasa isyarat termotivasi karena ingin membantu teman tuna rungu dan membuat Indonesia ramah disabilitas.

“Jangan takutlah kepada teman-teman tuna rungu, karena kita sama dengan mereka, mereka juga punya bahasa. Kita hanya berbeda budaya saja”, ujar Firman saat diwawancarai oleh ipmjateng.or.id.

Firman belajar bahasa isyarat awalnya dari youtube kemudian memperdalamnya dengan cara bertemu dengan temanya dia yang tuna rungu di Purwokerto, menurut Firman supaya kita bisa menggunakan bahasa isyarat kita juga harus sering bertemu dengan teman-teman tuna rungu.

Lembaga Informasi dan Media (LIM) Jawa Tengah

Pakai Sistem e-Voting, Ini Daftar Calon Formatur PW IPM Jateng

Pakai Sistem e-Voting, Ini Daftar Calon Formatur PW IPM Jateng

ipmjateng.or.id Tegal – Pemilihan Formatur Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Jawa Tengah di SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kamis (29/2/2019) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya pemilihan calon formatur.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Fajar Mustofa menuturkan, penetapan calon formatur telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari administrasi hingga kelengkapan berkas lainnya.

“Calon Formatur ditetapkan di sidang pleno 3, yakni laporan Panlih dan Penetapan Calon Formatur,” katanya.

Tim Panlih berasal dari unsur Pimpinan Wilayah dan Daerah berjumlah 5 orang yang ditetapkan pada saat Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpimwil) pada akhir tahun 2018 yang lalu.

Berikut ini daftar calon formatur PW IPM Jateng:

1. Arif Nur Faudin = PW IPM
2. Moch. Zainuddin Qomari = PW IPM
3. Tursiti = PW IPM
4. M. Nurul Huda = PW IPM
5. Moch. Ibnu Falah = PD IPM Purbalingga
6. Merlinda Krisdiyanti = PD IPM Brebes
7. Ivan Nur Rahman = PD IPM Jepara
8. Lail Usro Yusro = PD IPM Kudus
9. Yusuf Rohmat Yanuari = PD IPM Sukoharjo
10. Moh. Taufik Hasan = PD IPM Kota Surakarta
11. Ganis Khoirun Nisa = PD IPM Temanggung
12. Ahmad Yaki Almunna = PD IPM Temanggung
13. Rizky Dyani Purwaningtyas = PD IPM Banyumas
14. M. Sofiyudin = PD IPM Kab. Tegal
15. Fatekhah Herlyana Elsasari = PD IPM Pati
16. Tri Bagus Prasetyo = PD IPM Kota Pekalongan
17. Slamet Puji Widianto = PD IPM Wonosobo
18. Eka Faridah Wahyuningtyas = PD IPM Kab. Magelang
19. Marina Melani = PD IPM Kab. Magelang
20. Ainur Rosyid Adzikri = PD IPM Kab. Pemalang
21. Agus Saepudin = PD IPM Cilacap

Adapun proses pelaksanaannya nanti dengan menggunakan sistem e-voting dengan jumlah pemilih sebanyak 549 kader IPM se-Jawa Tengah. Dengan e-voting diharapkan bisa menjadi lebih efektif dan efesien serta dapat mewakili pemilih dari masing-masing daerah. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Musywil IPM Digelar Besok, Ini Harapan Erlan IPM Boyolali

Musywil IPM Digelar Besok, Ini Harapan Erlan IPM Boyolali

ipmjateng.or.id,Tegal – Musyawarah Wilayah XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah akan di gelar di kompleks SMP/SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Jumat-Minggu (29-1/3/2019). Sebanyak 549 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Reporter tabloidcermin.com berkesempatan wawancara dengan salah satu peserta Erlan Dwi Cahyo, pelajar kelas XII IPA Ponpes Muhammadiyah Manafiul Ulum Sambi Boyolali. Erlan menyampaikan beberapa hal terkait Musywul IPM tahun ini.

“Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus menjadi pelajar yang sesungguhnya dan bisa mengamalkan keilmuanya sesuai tujuan IPM yaitu terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” katanya.

Ketua KDI IPM Boyolali ini menyadari, pelajar Muhammadiyah harus giat berdakwah melalui media bisa media sosial atau secara lisan . Baginya, sudah saatnya pelajar Muhammadiyah kembali kepada Al-Quran dan As-Sunah.

Menurut Erlan, model dakwah yang harus di terapkan di zaman melenial ini ialah bisa mengemas dakwah yang kreatif.

“Di era modern saat ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah jawa Tengah dihadapkan pada sebuah era percepatan informasi dan perubahan yang membuat IPM jateng harus mampu untuk mengikuti arus perubahan yang kuat sehingga di perlukan sebuah gerakan aksi karya nyata dengan ilmu,” jelas Erlan.

“Mari kita konsistensikan Pelajar Muhammadiyah melalui gerakan optimalisasi gerakan keilmuan, mendorong karya yyata menuju pelajar Jawa Tengah berkemajuan,” sambungnya.

Erlan berharap, Musywil XXIII IPM Jawa Tengah dapat menghasilkan keputusan yang bijak dan bisa dijadikan acuan untuk langkah gerakan di akar Rumput IPM , di Jenjang PD IPM, PC IPM dan PR IPM. []

Reporter : Hendra Apriyadi
Editor : M. Arif

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

Kata Wakil Rektor UMP, Pelajar Harus Politis

ipmjateng.or.idTegal – Di sela-sela Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah selenggarakan juga seminar kebangsaan dengan tema “Pelajar Sebagai Kader Bangsa”. Seminar dilaksanakan di Pendopo Amangkurat Komplek Pemda Kabupaten Tegal, Jumat (1/3/2019).

Salah satu pembicara Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto Anjar Nugroho memaparkan, pelajar harus memiliki intelegensi. Maksud dari intelegensi disini ialah memiliki integritas yang tinggi”.

Ciri-ciri pelajar yang memiliki intelegensi menurut Anjar ada tiga.Pertama, Cerdas. Hal ini menandakan bahwa pelajar harus selalu mempunyai ide baru, gagasan baru. Jika ada perubahan yang cepat maka cepat pula menyesuaikan diri.

“Perubahan yang dimaksud ialah perubahan dari era satu ke era selanjutnya,” tandasnya.

Kedua, pelajar harus politis. Maksudnya dari politis disini bukan politikus. Namun yang dimaksud dari politis disini ialah bisa memanfaatkan situasi untuk kebaikan, sebagai lawan dari politis yakni “Lugu”.

“Maka IPM jangan menjadi Lugu sebab, nantinya akan dapat dengan mudahnya diperalat hal ini karena politis itu penting agar bisa survive,” terang Anjar.

Ketiga, memiliki mental perubahan. Sikap mental yang harus ada pada setiap insan ialah harus menjadi orang yang siap untuk berubah. Maka Pelajar Muhammadiyah jangan cepat merasa puas di IPM, sebab jenjang perkaderan di Muhy Terus berlanjut. Bisa ke IMM, Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiatul Aisyiyah.

“Harapannya Kader IPM terus berkiprah di Muhammadiyah,”. pungkasnya. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif

Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

Kader IPM Jawa Tengah Terbanyak Kedua se-Indonesia

ipmjateng.or.idTegal – Dalam Open Ceremony Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah, Ketua Umum IPM Ahmad Basyirudin mengungkapkan, kader IPM Jawah Tengah terbang kedua se-Indonesia.

Oleh karena itu, Ahmad Basyirudin menekankan agar Musywil IPM bisa dijadikan ajang konsolidasi, transformasi, agenda akbar untuk membahas isu-isu strategis dan menghasilkan karya nyata.

“Dengan banyaknya jumlah kader IPM di Jateng ini akan mempermudah pergerakan IPM di Jateng,” tuturnya.

Dengan banyaknya kader ini, Basyir melanjutkan, IPM Jateng ibarat sebuah kapal besar dan yang harus segera berlabuh menguji jalan yang lebih terjang dan melewati ombak yang sangat besar.

“Kami sangat berharap kedepannya IPM Jateng bisa lebih baik dari apa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum PP IPM Hafidz Syafaaturrahman menegaskan, IPM Jateng bisa berperan lebih. PW IPM Jateng besar karena adanya peran dari Pimpinan Daerah. Maka harapannya IPM Jateng ada terus mengoptimalkan gerakan yang sudah ada sehingga ada kontinuitas.

“Tantangan IPM kedepan akan lebih berat, maka IPM harus bisa menciptakan suasana yang bisa menjadi teladan, bisa memberikan kontribusi dan menawarkan Gagasan-gagasan baru, kami tuny gagasan baru itu,” tuturnya.

Open Ceremony Musywil IPM Jawa Tengah berlangsung Jumat (1/3/2019). Dihadiri Ketua PP IPM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng beserta Ortomnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal beserta Ortomnya, serta Bupati Tegal Hj.Umi Azizah, Kapolres Tegal, Serta seluruh Kader IPM Se-Jateng. []

Reporter : Riza
Editor : M. Arif