ipmjateng.or.id, Larangan – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Larangan dan Kecamatan Ketanggungan adakan Seminar Literasi yang diselenggarakan pada Sabtu (17/3) bertempat di SMK Muhammadiyah Larangan Kabupaten Brebes.

Acara ini bertemakan “Aktualisasi Gerakan, Menyamai Kebermanfaatan” dimana diikuti sekitar 50-an peserta baik dari cabang Larangan Maupun Ketanggungan.

Pembicara pada seminar literasi ini adalah Lutfi Nurhidayati dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah dan Mohammad Rusdi selaku ketua Komunitas Iqro (KOMIK). Kedua pembicara memberikan pemaparan sesuai dengan keahliannya masing-masing di Bidang Literasi.

Rusdi mengatakan bahwa secara umum minat baca di Indonesia sangatlah rendah sekali yakni dibawah 1%. Rendahnya minat baca di Indonesia disebabkan beberapa faktor satu diantaranya budaya masyarakat Indonesia yang masih didominasi budaya tutur.

Selain itu juga penggunaan internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan. Pengaruh internet juga sedikit banyak mempengaruhi minat baca di Indonesia. Sebanyak 132,7 juta orang Indonesia pada 2016 tecatat sebagai pengguna internet menurut data Perpustakaan Nasional 86,3 juta jiwa berada di Jawa, terang Rusdi.

Ipmawati Lutfi memaparkan bahwa berdasarkan studi Most Littered Nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Hal ini menjadi sesuatu yang memprihatinkan bagi kita semua khususnya dikalangan pelajar.

Melihat kondisi tersebut maka kami berharap agar Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat menjadi pioner kemajuan bangsa dalam menumbuhkan semangat literasi salah satunya memasifkan kembali Komunitas Iqro ini. Ujar Ipmawati yang akrab disapa Lutfi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Brebes Ipmawan Tejo, Kepala SMK Muhammadiyah Larangan Bapak Drs. Surono, M.Pd dan tamu undangan lainnya. Isnaeni (Kontributor Kab. Brebes)